Diversifikasi, Perlu Tidak?
Menurut kamus Inggris-Indonesia terbitan Cornell University Press, diversifikasi/diversification berarti ; perbedaan, pembedaan, penggolongan. Dalam konteks investasi, diversifikasi berarti menempatkan modal dalam beberapa media investasi, misalnya pada saham, properti, logam mulia, deposito, obligasi, dan lain-lain. Ada sebuah adage/peribahasa tentang diversifikasi portofolio investasi sebagai berikut :
«Don't put all the eggs in one basket»
Dalam konteks forex, diversifikasi secara terbatas dikenal dengan melakukan open position (OP) pada beberapa pasangan mata uang (currency pair) yang berbeda. Misal pada pair GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, USD/JPY, EUR/JPY, dan lainnya secara sekaligus.
Maksud sekaligus di sini adalah melakukan trading pada pairs tersebut sebagai bagian dari trading plan secara keseluruhan. Walaupun mungkin hanya satu pair saja yang diperdagangkan pada satu saat.
Apakah perlu melakukan diversifikasi, bukankah semakin fokus pada satu pair akan semakin baik/fokus hasilnya?
Jawaban atas pertanyaan ini akan sangat terbagi di antara para trader. Perkiraan secara kasar jawabannya kira-kira adalah 50:50 antara ya dan tidak. Bahkan trader senior pun ada yang tidak sepakat tentang diversifikasi pair ini.
Sebenarnya penerapan diversifikasi lebih ditentukan pada strategi trading yang digunakan. Ada benarnya bila strategi dan/atau teknik analisa anda memang mengharuskan untuk trade hanya pada single pair. Terus terang saya tidak tahu teknik apa yang membatasi seperti ini, mungkin ada yang bisa memberitahu saya? Namun bila ya, saya pikir itu bukan strategi/teknik yang bagus dan sepertinya terlalu di-optimasi (over-optimized) untuk pair tersebut.
Perlu diketahui, over-optimization cepat atau lambat akan kehilangan 'kesaktiannya', karena sifat market secara makro terus berubah. Strategi dengan teknik yang over-optimized tetap akan mengalami loss. Yang terbaik adalah menerima loss sebagai bagian dari setiap strategi. Apapun strategi tersebut. Jadi kenapa harus repot-repot optimasi?
Batasan lain sehingga mengharuskan trade single pair adalah ... tentunya karena sang trader adalah newbie.
Eits ... tahan, jangan panas dulu, semua orang pasti pernah jadi noob, but if you keep doing the homework, tidak mudah kapok (karena itu jangan berkhayal yang muluk-muluk tentang forex), do what the rest of us do, then one day you'll master this field.
Selain itu idealnya pilihan pair yang di-diversifikasi adalah pair dengan basis currency yang berbeda, misal pilihlah pair GBP/USD, EUR/JPY, dan CAD/CHF. Dengan melakukan diversifikasi pada basis currency yang berbeda ,maka korelasi antar pair sangat kecil sehingga profit dapat mengalahkan loss , dan sudah pasti saat semua posisi «benar» didapat efek saling menambahkan. Adapun basis currency yang sama seperti GBP/USD dan EUR/USD kurang baik dijadikan landasan diversifikasi karena korelasinya terlalu dekat, sehingga kalau posisi «benar» maka cenderung semuanya benar dan profit besar, tapi kalau «salah» akibatnya semua salah dan hasilnya loss banyak.
Tapi itu teoritis saja, tambahan lagi pair yang bukan major seperti GBP/JPY (cross pair) biasanya memiliki spread yang cukup besar sehingga mungkin kurang sesuai untuk digunakan dalam diversifikasi.
Panduan sederhananya gunakanlah lebih dari dua pair, tapi tidak terlalu banyak yang pada gilirannya justru akan menghabiskan margin dan fokus.
Pada kondisi apa teknik diversifikasi ini menjadi salah?
Hampir tidak akan salah, hanya perlu diingat;
1. bahwa anda tidak perlu trade semua currency pair yang disediakan broker anda, semakin banyak pair yang digunakan semakin besar kebutuhan marginnya;
2. sebisa mungkin pilih pair yang memiliki kemiripan dalam hal range harian, dan spread;
3. selalu gunakan akal sehat untuk mengatur modal dan resiko anda, perhatikan kebutuhan margin dan selalu memasang pengaman bernama stop loss (stop loss ini dapat berubah peran sebagai lock profit);
4. gunakan teknik yang paling sederhana yang anda miliki namun tetap akurat, DO NOT OVER-TRADE, DO NOT OVER-ANALYZE.
Apa kelemahannya?
1. Membutuhkan margin yang lebih besar daripada trade single pair
2. Fokus tersebar pada pairs yang diperdagangkan, tapi selama teknik analisis yang digunakan tetap simple, ini tidak akan menjadi masalah
Apa kelebihannya?
1. Loss pada satu/beberapa pair dapat ter-cover oleh profit pada pair lainnya
2. Pada saat semua posisi diversifikasi «benar» didapat efek saling menambahkan yang hasilnya bisa jauh lebih besar daripada single pair (non-diversifikasi)
Hanya sebegitukah kelebihannya?
Ya, tapi hasilnya bisa jauh berbeda. Perlu diingat bahwa kesuksesan trading bukan dipengaruhi oleh teknik analisa saja (parsial), teknik analisa hanyalah satu aspek, namun banyak orang/trader pemula terjebak dalam pencarian teknik «holly grail».
Pendekatan trader seharusnya melibatkan berbagai aspek trading secara menyeluruh (komprehensif). Gunakan satu teknik sederhana, padukan dengan diversifikasi, dan selalu menggunakan money & risk management yang masuk akal dan «aman», then you get the best strategy.
Apa teknik analisa yang disarankan untuk menyertai diversifikasi ini?
Gunakan teknik yang paling sederhana menurut style trading anda, namun tetap profitable. Kesederhanaan diperlukan karena anda akan memantau beberapa pair sekaligus. Semakin rumit teknik analisa anda semakin letih anda jadinya. Hindari over-trade dan over-analyze, jaga kondisi psikologis anda. Serumit apapun analisa teknikal dan fundamental anda, ANDA MASIH BISA SALAH.
Menurut pengalaman saya sebenarnya tidak ada teknik analisa tunggal yang superior dan tidak bisa salah, atau lebih dikenal sebagai holly grail. Bahkan bila menggabungkan beberapa teknik pun tetap pasti akan menghadapi kesalahan. Terlalu banyak teknik malah akan semakin rumit jadinya. Semuanya bisa dibilang sama-sama pasti bisa salah.
Nah, kalau semuanya ternyata sama, pilihan tentunya jatuh pada yang paling mudah.
Hei ... kalau teknik holly grail ini ada tentunya semua uang di dunia pasti sudah dikuasai orang yang menguasai teknik itu kan?
Yang menjadikan sebuah strategi menjadi «holy grail» adalah paduan dari money & risk management, kondisi psikologis sang trader, dan paduan teknik-teknik yang digunakan. Perhatikan bahwa teknik selalu saya tempatkan pada posisi terakhir.
Preferensi dan cara trading tiap orang berbeda. Penting sekali untuk menemukan style yang paling sesuai dengan kepribadian dan kondisi kita.
Jadi apakah diversifikasi ini perlu?
Untuk saya jawabnya «ya«... for you, ask yourself.
If you copy this article, put a link back to http://www.fundkitchen.com/
Do you like this article? Subscribe now to get more updates.
2 comments
2 months and 24 days ago
halo,
boeh tau no hp dhan sebagai penulis artikel ini?
6 days ago
Trading forex itu ibarat pencarian antibody thp pnyakit.smkin byk qt trjrambab dan jth brkali2 dgn cara yg brbeda maka akan mendapatkan «antibody» yg brbeda pula.namun it kmbali thp penilain pribadi bgaimna mnyikapi n mnyelesaikn.
So mnjdi trader yg unik sprt para trader besar bth kinerja extra.
Klo cara trading qt sm sprti trader lain kbykan, hslnya akn sprti orang2 tsb.
Btw dgn berbagai pair boleh jg,kdg dsalah 1 pair sdh menujukan sinyal bgs yg lain blm.shg bs saling mengisi tiap wkt antar pair.bagi trader yg telaten dlm 1 pair jg g masalh.wong yg pnting kn hsilnya.
Write a comment
If you want to add your comment on this post, simply fill out the next form:
* Required fields
You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>.
No trackbacks
To notify a mention on this post in your blog, enable automated notification (Options > Discussion in WordPress) or specify this trackback url: http://www.fundkitchen.com/2007/07/diversifikasi-perlu-tidak/trackback/