FundKitchen

Fractals of Life, D Spot, Sanity Check


Eh... kamu lagi. Daripada bolak-balik, mending langganan aja. Biar artikelnya yang dikirim pake email.
Tenang, email kamu aman, gak bakal dipakai macam-macam.


By Dhan, 1 year and 4 months ago

Forex, Judi?

Ini topik yang cukup sensitif, banyak yang pro (valas bukan judi) dan mungkin lebih banyak lagi yang kontra. Materi diambil dari diskusi di mailing list fx_trader_indonesia
Diedit supaya mudah dibaca, all credits belong to the authors. Sengaja tidak disarikan agar pembaca dapat menarik keputusannya sendiri.

Forex dalam Pandangan Islam

Aser Oswara wrote :
Ada 3 tingkatan pengambilan sebuah keputusan baik itu keputusan dagang, investasi, atau yg lainnya:

1. Spekulasi (ketidaktahuan) mencoba mendiskon masa depan,mengambil sebuah keputusan sebelum sebuah itu merupakan fakta/sebelum sebuah itu diputuskan oleh pihak penentu kebijakan sehingga menjadi untung-untungan.
2. Hipotesis (prasangka) dalam ranah ini subyektif kita mulai mempertimbangkan segala macam kemungkinan2 (baik/buruk) karena dipengaruhi oleh faktor2 eksternal.
3. Analisis (berdasar teori ilmiah) pengambilan keputusan secara obyektif berdasar apa yang telah menjadi sebuah fakta/telah diputuskan oleh pihak yang terkait dan bukan simpang siur lagi.

Ketiga tahapan ini berdasar ceramah Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dan ini pendapat saya sendiri. Dua yang pertama adalah masuk kategori judi/gharar dan yang ketiga sudah dalam tahap ilmiah tetapi ini pun masih dipertentangkan antara Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal dengan sifatnya masing-masing.


Sesuatu dikatakan judi karena mencoba membeli masa depan, yaitu akad/kontrak pembelian/penjualan pada nilai barang saat itu yg belum pasti (contoh di BetOnMarkets pembelian kontrak didasarkan pada waktu ke depan dan bukan harga spot pada saat melakukan kontrak, dan judi2 lainnya), sedangkan investasi adalah mencoba mendapatkan nilai tambah ke depan dari suatu barang yang pembeliannya pada harga yang sudah jelas saat terjadinya akad.

Adapun yang dimaksud gharar adalah ketidakpastian barang yang diperjual belikan pada waktu akadnya, contoh pada jaman jahiliyah yang tidak boleh diperjual belikan itu buah yang masih berada di pohonnya dan jual beli hasil laut sebelum diketahui jumlahnya secara pasti, di sini jelas ada unsur spekulasi/hipotesis dalam pengambilan keputusannya yang dapat merugikan kedua belah pihak, yang mana dalam melakukan jual-beli itu harus berkeadilan sesuai hukum Islam dan tidak ada pihak2 yang dirugikan, sedangkan dalam jual beli valas ini nilai yang diperjual-belikan itu jelas yaitu nilai spot pada saat melakukan jual/beli.

Jadi disini jelas judi/gharar dalam forex itu sudah mentah dan tidak perlu dibahas lagi dan jual-beli valuta asing itu sah-sah saja walaupun keuntungan yang diperoleh berdasarkan spread tanpa ada usaha sedikitpun, seperti yang dilakukan para broker/perantara.

Yang menjadi masalah di sini adalah proses jual-belinya itu sendiri di mana sebagian besar trader-trader Indonesia dan seluruh dunia dalam melakukan jual beli valuta asing adalah melalui OTC (over the counter/di luar bursa sentral) di mana trader satu melakukan jual-beli dengan trader lain melalui broker dan tidak pelak lagi adanya keuntungan trader satu dengan kerugian trader yang lain ini tidak berdasarkan keadilan.
Ini yang dipertentangkan banyak pihak.

Dalam Islam uang bukan untuk diperjual-belikan, melainkan sebagai alat tukar. Inipun masih rancu karena yang sebenarnya diperjual-belikan itu adalah mata uang asing yang nilainya jelas berbeda, yang tidak boleh adalah membeli rupiah dengan rupiah atau emas dengan emas dalam takaran yang sama.

Jadi sekali lagi jual beli valas itu sah-sah saja selama membeli valas yang satu dengan yang lain dengan jumlah tunai sesuai dengan kurs yang berlaku.
Dalam forex sudah jelas kita membeli pada harga spot (harga pada waktu transaksi kontrak, bukan masa depan), yang menjadi masalah adalah prosesnya yaitu perdagangannya yang benar2 tidak produktif, maksudnya tidak mencerminkan proses perdagangan fisik secara umum di mana inti perdagangan yaitu keuntungan untuk kedua belah pihak secara adil dan bermanfaat.

Seperti yang kita ketahui sesuatu itu dikatakan halal/haram berdasarkan 2 hal yaitu halal/haram karena barangnya sendiri dan halal/haram berdasar prosesnya.
Kesimpulannya adalah balik ke diri masing-masing berdasar kata hati.
Kalau saya sih forex itu saya samakan seperti rokok yaitu sama2 masuk ke dalam ruang masalah kontemporer dan karena itu kita tidak bisa menentukan secara mutlak apakah halal/haram, melainkan hanya sebatas baik atau tidak baik bagi para pelaku industri ini.

Semoga pemahaman kita-kita dapat diberi petunjuk oleh Yang Di Atas.

Pendapat Lainnya

Fabianto wrote:
Ikutan komentar yah pak soal spekulasi dan investasi :D
Saya setuju dengan definisi spekulasi Pak Aditya yang menekankan pentingnya manajemen resiko.
Tapi kalau saya baca tulisan2 sebelumnya kesannya ada benturan antara spekulasi dan investasi padahal menurut saya tidak perlu ada pertentangan di antaranya.

Investasi adalah suatu usaha mempercayakan sejumlah dana atau materi kepada pihak tertentu dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari bertambahnya nilai uang atau materi yang dipercayakan tersebut. Nah menurut saya dalam investasi itu sendiri terkandung suatu spekulasi karena tidak seorang pun tahu masa depan.

Contohnya kita beli tanah beberapa meter persegi atau beberapa hektar dengan harapan harga tanah akan naik di masa depan karena selama ini yang terjadi adalah seperti itu padahal ada resiko bahwa harga tanah akan turun entah karena apa. Jadi ketika kita membeli tanah memang kita menginvestasikan sejumlah uang kita dengan membeli tanah tapi di dalam investasi itu terkandung resiko di masa depan yang berarti kita berspekulasi bahwa harga tanah akan naik di masa depan.

Contoh lain adalah kita menginvestasikan sejumlah uang kita dengan menjadi investor di sebuah perusahaan. Itu berarti kita mempercayakan uang tersebut untuk dikelola sehingga di masa depan menghasikan keuntungan untuk kita. Tapi di situ terkandung pula spekulasi karena kita berharap bahwa perusahaan tersebut dapat menjalankan bisnisnya dengan baik dan menghasilkan keuntungan padahal ada pula resiko bahwa perusahaan tersebut mengalami kerugian.

Bagi saya suatu hal yang salah ketika menyamakan spekulasi dengan judi. Memang judi pun adalah suatu bentuk spekulasi tapi menurut saya judi itu adalah suatu bentuk spekulasi yang tidak bertanggung jawab yang di dalamnya hanya semata2 mengandalkan keberuntungan di masa depan, tidak ada usaha yang riil di dalamnya. Misalnya kita main lempar dadu atau main rolet, itu adalah suatu bentuk judi.

Lalu apakah forex itu judi? Ada unsur spekulasi iya, tapi judi belum tentu.
Jika seseorang hanya mengandalkan keberuntungan semata-mata maka forex menjadi judi bagi dirinya. Tapi dalam forex ada macam2 analisis berikut dengan kelemahan dan kelebihannya. Jadi di dalamnya ada usaha, bukan hanya mengandalkan keberuntungan. Di samping itu di balik forex ada yang menggunakan mata uang tersebut untuk sektor riil seperti yang dilakukan oleh pemain2 besar dalam hedging atau lindung nilai.
Itulah mengapa forex menurut saya bukan zero sum game seperti pendapat beberapa orang karena ada usaha yang bergerak di belakang forex itu bukan hanya pihak yang rugi atau untung dari spekulasi forex.

N. Muhammady wrote :
Yup ...
memang ada sebagian masyarakat (muslim) yang memandang FX Trading adalah sebuah kegiatan judi yang haram hukumnya .... IMHO - In my Humble Opinion menurut saya perbedaan menyolok antara FX Trading & Judi adalah :
Judi : Sepenuhnya tergantung pada nasib. kita tidak bisa memperkirakan apakah kita akan rugi atau untung dalam judi. Ketika dadu di lempar atau ketika nomor undian diacak .. maka sepenuhnya tergantung pada NASIB.
SEBERAPA KERAS usaha kita untuk memprediksi, menalar dan sebagainya .... Kita TIDAK AKAN PERNAH TAHU apakah nomor kita yang akan keluar sebagai pemenang.
Hal ini dilarang karena dalam Islam sendiri diajarkan jika kita menginginkan sesuatu maka kita harus ber-ikhtiar (BERUSAHA) semampu kita sesuai dengan apa yang ada di dalam diri kita (skill, ilmu, tenaga dan lain sebagainya), setelah itu barulah kita menyerahkan semuanya - berhasil atau tidaknya impian itu kepada Tuhan (tawakal) dengan cara berdoa dan lain sebagainya.
FX Trading : Ini adalah sebuah kegiatan perdagangan (jual-beli).
Produk yang ditawarkan adalah mata uang uang suatu negara dengan mata uang negara lain (euro/usd, usd/jpy dan lain sebagainya). Kenapa uang diperdagangkan? Saya kira kita semua sudah memahaminya kan?

So .. dalam FX Trading ada hukum jual dan beli yang harus dipatuhi. Hanya saja perbedaan antara FX trading dengan kegiatan perdagangan yang lain adalah fluktuasi harga yang terus berubah ubah dengan sangat cepat. Hal inilah yang kemudian membuat sebagian orang menganggap FX trading sebagai JUDI.
Kenapa? Karena mereka menganggap bahwa perubahan tersebut tidak bisa diprediksikan. SALAH!
Dalam FX trading kita berurusan dengan POLA PIKIR MANUSIA ... tentang bagaimana orang akan bereaksi terhadap suatu hal atau kejadian dan ILMU untuk memahami itu semua ada dan bisa dipelajari secara ILMIAH.

Oleh karena itu dalam FX Trading kita kenal adanya ILMU analisa - Technical dan juga Fundamental. (mungkin ada yang mau menjabarkan lebih lengkap tentang dua teknik ini?). Dari dua Teknik ini kita bisa memprediksikan ke mana harga akan bergerak hingga kita bisa mengambil keuntungan.

Catatan. FX Trading bisa saja menjadi JUDI .. jika kita melakukan trading tanpa adanya usaha untuk mempelajarinya segala sesuatu yang menyangkut kegiatan ini .... tanpa adanya usaha untuk menganalisa, melakukan perhitungan dan lain lain.

Kesimpulan : Jika saya ASAL pasang OP (pokoknya pasang, trus berharap untung) tanpa adanya perhitungan ... tanpa adanya analisa dan lain sebagainya maka saat itu SAYA SEDANG BERJUDI.
Tapi jika OP saya itu adalah hasil dari proses analisa, hitung hitungan super ruwet, berburu berita dan lain sebagainya ... maka saya nggak bisa disebut sebagai penjudi dong! Karena di sini saya sudah BERUSAHA ....
Oleh karena itu JADILAH SEORANG ANALYST!

Jadi ... ?

Hal yang jadi pertimbangan lainnya, seandainya itu adalah perjudian maka tentulah investasi ini dilarang keberadaannya oleh pemerintah Indonesia maupun oleh pemerintah negara lainnya. Alih-alih dilarang, keberadaannya semakin menguat dan perputaran uang yang terjadi malah yang terbesar dibanding produk bursa lainnya.

Di Indonesia sendiri keberadaannya diatur secara resmi melalui UU No. 32 Tahun 1997 yang membahas Margin Trading. Memang ada undang-undang mengenai perjudian yang isinya adalah melarang kegiatan perjudian. Sementara forex trading keberadaannya diatur oleh undang-undang, bukan dilarang.

Creative Commons License If you copy this article, put a link back to http://www.fundkitchen.com/
Do you like this article? Subscribe now to get more updates.

22 comments

Gravatar #1. deden
1 year and 2 months ago

Kalo saya nggak salah, Sistem Forex sama dengan Sistem Index Nggak...???Kalo sama, Udah jelas JUDI.

Alasannya.

Dikutip dari Harian Republika, Desember 2005

Assalamu'alaikum wr wb,
Saya mengenal Anda dari buku Anda yang berjudul Berinvestasi Secara Halal dan Berkah. Untuk itu, saya ada beberapa pertanyaan:

1. Bagaimana hukumnya bisnis di bidang perdagangan berjangka seperti Jakarta Futur Exchange dan Indonesian Derivatives Clearing House, apakah termasuk dalam kategori maysir? Mengapa haram?
2. Bagaimana juga hukumnya dengan perdagangan saham? Indeks di bursa pasar modal?
3. Saya pernah mendapat tawaran untuk bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan berjangka, member dari Jakarta Futures Exchange. Tapi, saya ragu, apakah kalau kita bekerja pada bisnis yang bersifat maysir kita juga terlibat dengan aktivitas maysir dan gaji yang diterima dari perusahaan tersebut apakah halal? Bagaimana hukumnya kita bekerja di bank konvensional yang menjalankan praktik sistem bunga yang jelas bertentangan dengan prinsip syariah? Apakah kalau kita bekerja di sana gaji yang kita peroleh juga tidak halal karena dari hasil usaha riba?
4. Apakah bank-bank syariah juga ikut melemparkan dana investasinya ke pasar modal atau bursa saham? Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih banyak, wassalammu'alaikum wr wb.

Fauziah Assahary ST
Cileungsi, Bogor

Jawab:

Wa'alaikum salam wr wb
Semoga buku yang saya tulis itu bisa memberikan pemahaman yang memadai bagi umat Islam dalam berinvestasi secara halal dan berkah. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan alasan untuk tidak mengategorikan transaksi di BBJ sebagai transaksi yang halal. Yang paling jelas yaitu transaksi jual beli yang tidak memenuhi rukun jual beli yang sah. Salah satu rukun jual beli yaitu barang yang diperdagangkan harus ada dan sudah dimiliki oleh penjual sebelum dijual. Seorang pedagang di Bursa Berjangka bisa mendapatkan keuntungan dengan dua cara, pertama yaitu membeli dengan harga rendah dan menjualnya dengan harga tinggi, dan kedua yaitu sebaliknya menjual dengan harga tinggi dan membeli dengan harga rendah.

Cara mengambil keuntungan yang pertama adalah cara yang wajar diambil oleh seorang pedagang. Tapi, coba perhatikan cara yang kedua. Jika harga sedang tinggi maka pedagang bisa menjual terlebih dahulu, baru kemudian membelinya jika harga sudah turun. Syarat pedagang untuk bisa menjual suatu barang adalah memiliki barang tersebut. Tentu saja tidak sah seorang pedagang menjual terlebih dahulu barang yang tidak dimilikinya untuk kemudian membelinya belakangan. Apa yang sesungguhnya dijual jika tidak memiliki barang?

Transaksi berjangka di mana menjual bisa dilakukan terlebih dahulu baru kemudian membeli, pembayaran dengan sistem net-margin, dan mekanisme bursa lainnya bisa mendorong terjadinya spekulasi berlebihan yang bisa diasosiasikan dengan maysir. Saham (common stock) pada dasarnya adalah surat berharga yang mewakili sejumlah aset (perusahaan) sehingga merupakan barang yang sah diperjualbelikan. Dengan syarat, saham tersebut mewakili perusahaan yang beroperasi tanpa melanggar aturan syariat dan tidak memproduksi barang yang haram. Namun, mekanisme perdagangan di bursa bisa tidak sepenuhnya bisa dikatakan bebas dari unsur maysir dan gharar. Sebagai contoh yaitu pembentukan harga saham berdasarkan mekanisme tawar-menawar atau lelang, bukan berdasarkan nilai aset perusahaan. Harga saham bisa dipermainkan oleh beberapa pihak dengan mudah melalui penawaran palsu.

Beda halnya dengan BBJ atau BEJ yang memperdagangkan surat berharga yang mewakili suatu aset, Jakarta Futures Index menjual indeks (angka ukur) yang sama sekali tidak merepresentasikan sebuah komoditas/barang. Untuk future index seperti ini transaksinya sudah jelas tidak sesuai syariat. Sama sekali tidak ada komoditas riil yang diperdagangkan, melainkan lebih kepada «tebak-tebakan» angka indeks di mana angka tersebut di ambil dari indeks di bursa saham seperti BEJ, Han Seng, NYSE, dan lain-lain. Saya tidak berani memberikan pendapat mengenai halal atau tidaknya gaji yang diterima dari perusahaan yang bergerak di bidang keuangan konvensional. Untuk hal tersebut, ada baiknya Anda menanyakan pada para ulama yang lebih berkompeten untuk itu. Tapi menurut saya pribadi, akan lebih baik jika menghindari keragu-raguan dan mencari perusahaan lain yang tidak ada keraguan di dalamnya. Apalagi jika tidak berada dalam kondisi darurat atau wajib untuk mencari nafkah.

Bank syariah maupun konvensional tidak diperkenankan untuk melempar dana yang dihimpun dari masyarakat ke dalam pasar modal/bursa saham karena terlalu tingginya unsur spekulasi, padahal bank perlu menjaga likuiditas yang memadai karena masyarakat bisa sewaktu-waktu menarik dananya. Namun, lembaga keuangan nonbank seperti manajer investasi, dana pensiun dan lainnya bisa melempar dana ke pasar modal. Lembaga keuangan syariah diperkenankan melempar dana ke pasar modal selama saham yang dibeli adalah saham yang memenuhi persyaratan syariah, atau obligasi yang sudah dinyatakan sesuai syariat. Demikian yang dapat saya sampaikan, jangan sungkan menghubungi kami kembali untuk berdiskusi lebih lanjut. Wassalam.

Salam
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Gravatar #2. Dhan
1 year and 2 months ago

Dalam konteks ini forex yang dimaksud adalah 'on the spot', bukan future. Komoditasnya ada, yaitu mata uang. Nilainya nyata (bukan indeks), yaitu nilai suatu currency terhadap nilai currency yang lain.

Mata uang memiliki nilai ekonomi juga. Kiranya menjadi haram diperjualbelikan apabila dinilai dengan mata uang yang sama.

Gravatar #3. n1ghtfly3r
1 year ago

dari dulu saya ga berminat ikut2an forex..mending yg halal2 aja deh..masih banyak lagian online marketing lainnya yg bener2 membayar..google adsense, paid to review juga udah cukup memuaskan..ga ada di dunia ini yg dapet duit secara instan..semua harus pake kerja keras..

Gravatar #4. jimmy
1 year ago

ini masalah yang sensitif, jadi tergantung bagaimana tiap orang melihatnya, jadi kalo anda anggap judi ya jangan maen forex, tapi kalo anda anggap ini bukan judi silakan main forex karena forex bisa menjadi sumber penghasilan yang baik

Gravatar #5. core
10 months and 27 days ago

tanya ...tanya...

setelah membca uraian diatas, saya iseng buka situs nya betonmarket. trus saya coba buka account virtualnya. setelah saya coba-coba sana sini, memang tradingnya berdasarkan waktu (mungkin kira2 5 detik kedepan ya...). karena grafik pada detail waktu perdetik sangat mudah berubah, kalau saya pakek analisa fundamental atau teknik kayaknya tidak cukup membantu. akhirnya coba aja saya bet. bet disini ada 3 macam. nah, saya coba prediksi nilai akan usd menguat, bet 1 dollar virtual, nunggu lima detik, trus profit $0.9. setelah 7 kontrak saya lost, kontrak berikutnya saya gandakan modal jadi $2. prediksi saya rubah. akhirnya profit, begitu terus... nah dari analisa saya, peluangnya di sini 50:50, begitu saya lost saya rubah prediksi untuk kontrak berikutnya... karena asumsi saya pergerakan grafik tidak mungkin labil naik turun dalam 5 kontrak, dan betul juga, saya tidak pernah lost lebih dari 5 kontrak. hasil akhir trading virtual saya untung $33 dolar (sayangnya uang virtual :) ) dalam waktu tidak lebih dari 10 menit. setelah saya log on kembali. saya coba lagi dan saya pake cara yg hampir sama, dan hasil akhir uang virtual nambah lagi. saya jadi teringat pelajaran matematika SMA yang tentang peluang. dalam bet ini peluangnya 50:50, saya pake cara ngikuti tren. bet awal peke nilai paling kecil, kalau untung diteruskan, kalao lost rubah prediksi n pasang bet 2 kali lipat dari bet awal. saya berani pake cara ini karena ini kan uang virtual hehehe.. trus juga kalau kita ikuti tren grafik atau rubah prediksi setelah lost, dapat memperkecil peluang lost dan meninggikan peluang win, dan modal lost akan balik lagi dari modal yang didapat dari win.
Setelah itu saya coba bet yang tipe quick. saya gak nyoba bet tipe lucky karena menurut saya ini kayaknya mirip togel, kita nebak angka yang keluar pada digit terakhir dari 0-9, peluanya 1:9..emangnya saya dukun.. nah bet tipe quick ini kebalikannya bet lucky, nomor yang kita piih gak keluar, kita win. kalau yang ini peluangnya 8:9. profitnya cuman 10% dari modal. saya coba aja mainin, menerapkan strategi yang awal saya pake. min bet disini $10, kalau lost ya berikutnya saya bet 100,pilihan nomor tidak saya rubah. setelah saya nyoba sekitar 10 menit an, saya untung $11 dolar. bedanya bet ini dibandingkan bet yang awal, bet yang ini peluangnya lebih besar... uang virtual saya nambah bayak deh hehehe....cuman virtual.... sayang sekali

nah yang saya tanyakan, Halal/haram trading dengan betonmarket seperti ini....?
kalau haram, saya jadi timbul pertanyaan, kenapa juga kita SMA diajarin ilmu peluang di matematika ya...

saya juga pernah trading Halal menggunakan ikhtiar analisis fundamental dan teknik, kalau dibandingkan dengan trading versi betonmarket dengan caraku diatas, trading di betonmarket lebih mudah dan cepat, dan saya yakin pasti untung....

tapi ya itu, saya cuman agak ragu aja hukumnya ini halal/haram... kalao haram ya sudah saya tinggalkan, walaupun untungnya menggiurkan, tapi kalau buat penghilang stress n pake account virtual kayanknya gak papa ya.... jarang2 kita liat duit di accout banyak hehehe....

yang saya amati di betonmarket adalah tradingnya future

tapi di sini saya coba untuk beriktiar (bener gak sih, atau berpikir aja deh bahasanya) untuk memperbesar peluang win dan meminimalkan peluang lost. peluang yang saya maksudnkan adalah keseluruhan management modal trading, biar kita pasti dapat profit dari hasil akhir karena orang yg udah hafal/sering memlototin grafik pasti paham akan pergerakan grafik.

mohon penjelasannya ya.... terimakasih

Gravatar #6. Dhan
10 months and 27 days ago

Hoho... kalo betonmarket (BOM) menurut persepsi saya sudah jelas judi. Kenapa?

Perhitungan keuntungan/kerugian anda bukan berasal dari satuan peningkatan/penurunan pip (price interest point), tapi ditentukan oleh besar taruhan yang anda mau. Itu sebabnya untung anda berlipat lebih cepat (jangan lupa, rugi juga berarti lebih cepat).

Analogi pada membeli properti, harga properti naik atau turun ditentukan karena berbagai faktor yang dapat diperhitungkan secara ekonomi dan tingkat keuntungan/kerugiannya sepadan dengan nilai ekonominya. Seorang investor/developer mendapat profit/rugi dari pergerakan nilai secara wajar dan kerugian dapat dikendalikan dengan misal melepas sebagian properti yang merugikan (analoginya cut loss atau tutup sebagian open position pada forex).

Adapun pada sistem seperti BOM, analoginya anda BERTARUH bahwa nilai properti akan naik dalam misal 1 bulan ke depan dengan keuntungan sebesar nilai taruhan tertentu jika benar, dan kerugian sebesar yang anda pertaruhkan jika salah. Dalam hal ini tidak ada hukum ekonomi yang berlaku kecuali probabilitas murni. Selain itu kerugian cenderung tidak bisa dikendalikan tanpa memperbesar resiko (teori Martingale).

Kalau bicara probabilitas/peluang, peluang terbesar penjudi hanya sebesar 50:50 (kecuali anda jadi bandarnya). Sedangkan dalam forex «betulan» dan lainnya yang «betulan» juga peluang yang dimiliki bisa lebih besar dari itu.

Ilmu peluang yang dulu kita pelajari bukan hanya untuk dipakai «berjudi» :), aplikasinya yang luas terutama dalam bidang statistik. Haram bila melibatkan uang secara langsung.

Sekali lagi, ini adalah persepsi saya saja ya. Silakan cari opini lainnya, dan putuskan sendiri menurut anda.

Gravatar #7. core
10 months and 27 days ago

wah.. hebat langsung dapet jawaban... terimakasih banyak.
saya juga berpikir begitu, rasaya aneh ngitung keuntungan dan kerugian dari BOM...

kalu di BOM ternyata kita tdk bisa dikatakan trading ya...

yah emang perlu selektif cari uang halal dan barokah. tapi timbul pertanyaan juga, sms berhadiah yang sering muncul di tv itu gimana, terus musisi2 aktris band yg di tv gimana ya hukumnya (kan ada dalilnya itu).... kayaknya indonesia secara umum sudah «memaklumkan» hal seperti itu.... kalau begini terus ya bisa2 10 tahun lagi perjudian juga akan di «maklumkan» ..... semoga tidak terjadi

terima kasih jawabannya bro...

Gravatar #8. Dhan
10 months and 27 days ago

SMS berhadiah itu sebagian orang menyebutnya undian, tapi setahu saya undian itu baru bisa «diterima» kalau berasal dari produk yang memiliki nilai guna buat pembeli (yang berikutnya jadi peserta undian). Misal anda beli pasta gigi dan ada kupon undiannya. Jadi peserta undian juga dapat manfaat produknya. Di sini mekanisme undian digunakan sebagai alat promosi.

Nah... kalau ada pembeli yang beli produk sebanyak-banyaknya tanpa ada nilai manfaat buat dirinya sendiri, ya ... masih sah-sah aja. Cuman bodoh sekali itu konsumen.
Selain itu seharusnya kondisi undian disebutkan secara jelas dan tersurat.

Kalau SMS berhadiah menurut saya itu namanya penipuan terselubung. Apakah ada manfaat produk? Apakah disebutkan secara jelas bahwa itu adalah undian yang diundi di depan notaris (kuat secara hukum)? Apa yang hendak dipromosikan dari SMS berhadiah? Siapa yang paling diuntungkan?

Hmm... maksudnya soal musisi ini saya masih kurang jelas? Memang di Indonesia ini aneh.

Well, selama belum ada lembaga/badan yang bisa betul-betul melindungi konsumen, sebaiknya konsumennya sendiri yang educate him/herself. Pinter-pinternya kita aja lah biar nggak kena/kejebak kejahatan.

Gravatar #9. yan
10 months and 26 days ago

Saya minta sedikit penjelasan dari rekan2 sekalian.
saya pernah mengunjungi situs http://www.gameduell.com teman2 mungkin bisa meluangkan waktu untuk mengunjungi situs ini.
situs ini menyediakan layanan game online. pada awalnya kita wajib register sebagai account money player untuk bermain dan mendapatkan uang lebih. setelah kita register kita akan diberi game duell $. misalnya kita dengan deposit $10 kita akan mendapatkan GS$ 600 ( poin yg bisa ditukar us $).
System bermain :
Untuk bermain online dengan player lain kita diwajibkan memberi fee kepada pemilik situs. Contoh:
fee untuk situs gameduell GS$40
jika score kita lebih besar dari player lain GAMEDUELL akan memberikan kita hadiah sebesar GS$60.
Pertanyaan :
1. Salah satu disebut judi antara lain bersifat menebak dan untung untungan contohnya situs2 casino itu mutlak 100% menabak dan untung2 an, pertanyaannya apakah permainan yang mengandalkan keahlian tangan dan kepandaian fikiran juga disebut dengan judi?. mohon masukannya .
kenapa saya melontarkan pertanyaan diatas?, karena saya sendiri mempunyai account money player dan saat ini saya sudah 1 minggu tidak login lagi karena saya sungguh meragukan soal permainan ini haram apa tidaknya. dan setiap saya bermain sudah dipastikan menang ya bisa dibilang 99% dan 1%nya mungkin karena koneksi yang error. semuanya mutlak mengandalkan kepandaian tidak ada unsur keberuntungan bagi diri saya sendiri. terakhir 1 minggu yang lalu saya sudah memiliki GS$ 4100 sama dengan $50 us dollar jika di wittdraw nilai itu saya dapat dalam waktu yang sangat singkat sekali.
terima kasih

Gravatar #10. Mr Wentz
9 months and 10 days ago

JUDI ato BUKAN?

1. Kalo lebih sering untung ketimbang rugi , berarti BISNIS. Kalo sering rugi, tapi tetap ngotot namanya JUDI.
2. Kalo ruginya sampai bikin melarat, ITU JUDI. Tapi kalau mencoba kemudian rugi dikit dan gak sampai bikin masalah finansial itu namanya BELAJAR atau INVESTASI
3. Kalau mengerti rule of the game-nya dan mampu menangani resiko yang muncuk namanya USAHA. Kalau tidak tahu apa yang dilakukan tapi sok tahu, kemudian resikonya bikin berdarah-darah itu JUDI.

Case:
1. Kalau ada orang yang mulai bisnis jual beli mobil, tetapi tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang bisnis mobil. Dan kemudian modalnya berasal dari pinjaman bank, dengan agunan rumah satu-satunya yang dia dan keluarganya tempati. JUDI / TIDAK ?

2. Terus kalau ada orang main saham seperti Warren Buffet yang dengan segala kemampuannya membuat dia menjadi orang terkaya di dunia. JUDI / TIDAK?

http://free-wordpress-content.zxq.net/ free tutorial web blog, free theme, free pdf building web blod with wordpress

Mr Wentz's last blog post..5 Tips to Make Money From Adsense!

← Previous 01 02 03 Next →

Write a comment

If you want to add your comment on this post, simply fill out the next form:





* Required fields

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>.

No trackbacks

To notify a mention on this post in your blog, enable automated notification (Options > Discussion in WordPress) or specify this trackback url: http://​www.fundkitchen.com/​2007/​08/​forex-judi/​trackback/