FundKitchen

Fractals of Life, D Spot, Sanity Check


Eh... kamu lagi. Daripada bolak-balik, mending langganan aja. Biar artikelnya yang dikirim pake email.
Tenang, email kamu aman, gak bakal dipakai macam-macam.


By Dhan, 1 year and 3 months ago

Review: Indosat 3G + Huawei E620

Kali ini saya dapat mainan baru, ceritanya bos baru saja mendapat fasilitas internet mobile, as usual saya yang kebagian kerjaan buat setting. Nah... sambil ngeset nggak ada salahnya sekalian test-drive. :)

Produk yang dicoba yaitu Indosat 3G dengan modem Huawei E620 Data Card. Pengujian dilakukan di Bandung (Buah Batu), dan Jatinangor. Saat tulisan ini di-publish, produk sudah digunakan selama satu bulan. Promosi yang diberikan yaitu pemakaian gratis (Rp. 1,-/bulan) selama tiga bulan.

Kemasan terbagi dalam dua paket, masing-masing berisi kartu perdana (starterpack) Indosat 3G Broadband, dan satu paket berisi modem Huawei 3G Data Card.
Paket Indosat 3G

Data Card memiliki form factor PCMCIA Type II.
System requirements:

* Type II PCMCIA slot with CardBus interface
* MS Windows 2000 or Windows XP
* 100 MB free disk space or above
* 128 MB RAM or above

Features:

* Supporting HSDPA/UMTS 2100 MHz and EDGE/GPRS/GSM 900/1800/1900 MHz
* Packet data service over HSDPA/UMTS/EDGE/GPRS, and HSDPA packet data service at up to 1.8 Mbps
* Voice call service over UMTS/GSM
* Voice and data concurrent service over UMTS
* SMS service over circuit switched domain and packet switched domain, and group transmission of SMS is also supported

Paket Data Card sudah termasuk:

* Quick start (user guide)
* CDROM driver dan aplikasi
* Earphone/headset standar

Huawei E620

Casing plastik untuk melindungi Data Card selama melakukan perjalanan sudah termasuk, sehingga praktis untuk dibawa. Pada bagian samping kiri dan kanan kepala Data Card terdapat dua slot kecil untuk headset dan antena eksternal. Antena eksternal tidak disertakan dalam paket, harus dibeli secara terpisah. SIM card Indosat 3G dipasang pada bagian bawah Data Card seperti halnya kita memasang SIM card pada telepon selular.

Produk ini juga dapat digunakan untuk voice telephony dan SMS secara simultan dengan koneksi data. Untuk dapat menggunakan voice, headset harus dipasang dulu pada Data card.

Setting Data Card (Huawei E620)

Sebelum Data Card dipasang pada slot PCMCIA, lakukan dulu instalasi driver dan software. Instalasi sama sekali tidak sulit, tinggal masukkan CD yang merupakan bagian dari Data card. Apabila AutoRun pada Windows aktif, program akan langsung meminta agar instalasi dijalankan.
Setelah instalasi selesai, Data Card dapat dipasang dan otomatis akan terdeteksi.

Setelah Data Card terpasang pada notebook, bila LED (Light Emitting Diode) menyala hijau pada Data Card, menunjukkan modem dapat menangkap sinyal 3G. LED akan berkedip-kedip saat terjadi transfer data.
Apabila LED berwarna biru, berarti tidak ada coverage 3G pada area tersebut dan modem beralih ke mode GPRS dengan speed yang lebih lambat.

Huawei 3G Data Card Management

Untuk mulai melakukan koneksi, panggil program 'HUAWEI 3G Data Card' dari Desktop atau dari Start Menu.

1. Lakukan konfigurasi awal dengan meng-klik tombol 'Settings' (tombol bawah, kedua dari kanan), klik tag 'Connection', klik 'New'.
2. Isikan 'Profile Name' (bebas).
3. Masukkan 'Username' dan 'Password' : «indosat».
4. Klik 'Advanced'.
5. Pilih 'Static' pada APN dan masukkan «indosat3g» pada baris isian.
6. Klik 'Save'.
7. Klik tag 'System', klik 'OK'.

Test dengan meng-klik tombol 'Connect', bila lancar tombol 'Connect' akan berubah menjadi 'Disconnect', dan icon 'E.620 data con - 1.8 Mbps' akan muncul pada system tray Windows.

The Result

Kualitas koneksi yang saya dapatkan di daerah Buah Batu sangat baik. Walaupun sinyal naik-turun antara 1 sampai 4 strip , kecepatan download cukup stabil pada 155KB/s. Ini sangat baik karena pengujian dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB yang dikenal sebagai jam sibuk.
Pada malam hari tidak ada perbedaan, kualitas koneksi cukup terjaga, 'diskonek' atau 'macet' sangat jarang terjadi (bukan tidak ada).

Download Speed

Test di Jatinangor kurang baik hasilnya, karena sama sekali tidak ada sinyal 3G dari Indosat sehingga harus switchback menggunakan GPRS dengan speed yang lebih rendah. Not bad, but also out of expectation, karena bos berharap produk ini dapat digunakan di lingkungan kampus UNPAD Jatinangor. Mungkin harus menggunakan antena eksternal bila ingin mendapat sinyal 3G di wilayah ini. Sampai saat ini di situs Indosat belum dicantumkan coverage area untuk wilayah Bandung.

Durability juga cukup baik. Koneksi terus menerus selama lebih dari 12 jam tidak membuat modem bermasalah walaupun terasa cukup panas. Membuat tangan tidak betah berlama-lama di atas wristpad notebook. Selain itu, karena panas ini kipas notebook tidak henti berputar dan batere lebih cepat habis.

Conclusion

Performa produk ini secara keseluruhan sangat baik. Selama satu bulan ini kualitas koneksi dirasakan cepat dan stabil dengan downtime yang sangat rendah. Dengan tarif Rp. 350 ribu/bln flat - kuota 1 GB, sepertinya relatif cukup terjangkau, apalagi dengan kelebihan dari aspek mobilitas dan kecepatan yang tidak dan belum dapat disaingi oleh produk ADSL landline walaupun dengan tarif yang lebih murah. Apabila kualitas koneksi dan kecepatannya tetap terjaga maka produk ini adalah pilihan yang paling usable dan ekonomis saat ini bagi kalangan profesional.

Creative Commons License If you copy this article, put a link back to http://www.fundkitchen.com/
Do you like this article? Subscribe now to get more updates.

17 comments

Gravatar #1. n1ghtfly3r
1 year ago

155KB/s waah..edan kenceng bgd..tapi sayang tarif internet via 3G di Indonesia kapan yah murahnya?? masih kemahalan skrg..

Gravatar #2. Dhan
1 year ago

hmm... nunggu telko asing pada rame masuk sini kayanya.

Gravatar #3. Benny
1 year ago

Indosat..sinyal kuat dimana-mana..
Gw juga pake huawei e620 Indosat.. Kinerja cukup bagus meskipun di bulan2 awal launching sering diskonek sendiri, tapi sekarang kayaknya udah gak. Sayangnya paket CD tidak disertai driver vista. Jadi waktu OS gw ganti ke vista kudu ke galeri indosat m2 buat ambil drivernya. Cari di google??cape deh...nggak nemu..

Gravatar #4. Dhan
1 year ago

E620 kan buatan Huawei. Cari drivernya di internet ya di website Huawei dong bos. Alamatnya di sini :
http://www.huawei.com/mobileweb/en/doc/list.do?type=-1&id=305

Cuma saya belum coba sendiri, jadi nggak tahu ambil yang mana. Dan ukuran filenya lumayan edan eling.

Yah, datang ke galeri Indosat memang the last resort yang tepat. Saya juga mau ada perlu ke galeri Indosat. Mau komplain soal check usage online yang nggak up to date dan membingungkan.

Gravatar #5. bennny
1 year ago

Hmmm....di daerahQ gak ada sinyal 3G.......dimana ya beli external antenna buat huawei e620 yang murah.
aq udah tanya ke hi-tech mall di tempatQ...gila harganya Rp 345.000,- padahal aq search di internet, di luar harganya ada yang $15 (itw harga tengah2).......serach di indonesia malah gak nemu...aq khan ga punya kartu kredit....T_T
please kasih solusi yah....
thanx

Gravatar #6. Dhan
1 year ago

Coba sampeyan lihat di http://www.griyariatur.com/?p=8
Sepertinya di situ pakai referensi Kang Onno W. Purbo. Di Gramedia atau toko buku lainnya ada buku beliau tentang wajanbolic ini.
Kalo bisa buat, ngapain beli. :D

Selamat berburu.

Gravatar #7. Ari
6 months and 8 days ago

15 Juni lalu saya beli Telkom Flash di Senayan saat pameran komputer. Harga telkom Flas mmg lbh mahal (2,5jt diskon pameran jd 2jt) dpd modem im2 huawei (Rp. 1,5jt dr harga normal 2jt) tp sy ambil Telkom flash katanya jaringan lbh bgs & modem bs digunakan utk card GSM lainnya. Bonus yg ditawarkan gratis 5 jam utk 3 hr slama proses aktivasi kemudian gratis 1 bln. Stl dipake sy sangat kcewa krn telkomsel sgt lambat skali N srg skali disconect. Apakh krn gratis lalu diksh speed yg lambat? atau mmg telkomsel spt itu? Skr sy mau ganti card dg gunakan modem yg sm. Mhn saran sbaiknya pk apa, apakah im2 sdh yg terbaik yg ada skr ini? Apakh harganya jg murah? Tkh ats infonya

Gravatar #8. Dhan
6 months and 6 days ago

@Ari
Karena saya ngga punya pengalaman sama Telkom Flash (sempat berminat juga sebetulnya) jadi ngga bisa komentar soal produk ini.
Selama ini dalam persepsi saya produk Telkomsel adalah produk premium dengan harga mahal.
Anda sudah pakai berapa lama? Karena Isat 3G juga kadang bermasalah sama koneksi http yang terus terang bikin kesal juga kalau lagi butuh-butuhnya. Isat juga kasih gratis dulu 3 bulan, dan selama 3 bulan itu kualitas koneksi cukup baik. Testing di atas saya lakukan selama periode gratis ini.
Coba dikomplain ke CS-nya Telkom dan kasih kesempatan beberapa hari lagi, kalau betul-betul gak bisa ditoleransi gunakan hak anda untuk «pindah ke lain hati». :D
Untuk produk lain saya gak bisa kasih rekomendasi juga karena kelihatannya kualitas koneksi relatif sama. Jadi saat ini saya masih pegang yang ada.

Gravatar #9. Harry nisar
5 months and 13 days ago

Berapa speed sebenarnya 3g indosat? kalo cuma 155 kbps , ya nggak bagus. apa nggak bisa sampai 300an kbps. saat ini saya pake koneksi gprs mentari dan im3 speednya 115,2 kbps ,cukup cepat baik untuk download dan masuk ke website.

Gravatar #10. Dhan
5 months and 13 days ago

Itu KB ditulis pakai huruf kapital. Kilobyte per second, bukan kilobit.
155 KBps setara 1.5 Mbps (Mega «bit» per second).

← Previous 01 02 Next →

Write a comment

If you want to add your comment on this post, simply fill out the next form:





* Required fields

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>.

No trackbacks

To notify a mention on this post in your blog, enable automated notification (Options > Discussion in WordPress) or specify this trackback url: http://​www.fundkitchen.com/​2007/​10/​review-indosat-3g-huawei-e620/​trackback/