Kenapa Waralaba (Franchise)?
Tertarik jadi pebisnis? Sejujurnya, menjadi entrepreneur itu lebih menarik dan menantang daripada jadi orang kantoran. Kalau anda bosan dengan kegiatan rutin manusia bergaji, mungkin menjalankan bisnis sendiri adalah pilihan yang lebih baik. Bila anda mencari kebebasan dari bos dan dari keterbatasan kerja, mungkin sudah saatnya anda yang menjadi bos. Namun hati-hati, menjalankan bisnis sendiri adalah hal yang sangat tricky.
Disclaimer: Saya tidak menyarankan keluar begitu saja dari pekerjaan tanpa pertimbangan yang matang dan tabungan yang memadai.
Bekerja untuk orang lain sering terasa membatasi diri. Keinginan untuk keluar dan mandiri sering melintas di pikiran. Kalau anda sudah punya modal, tekad, dan motivasi untuk berdiri sendiri tapi tidak ingin jatuh bangun dari awal maka sebaiknya pertimbangkan membeli waralaba (franchise).
Menjalankan franchise juga sebetulnya tidak lebih mudah daripada menjadi karyawan, kadang malah lebih sulit. Namun bila anda memiliki 'resep' yang pas, berbisnis ala franchise bisa menjadi manuver terbaik dalam hidup.
Dalam franchising juga diperlukan komitmen - seperti dalam hal lainnya - yaitu komitmen terhadap pilihan usaha dan segala hal yang diperlukan untuk membuatnya menjadi mesin uang. Komitmen untuk mempromosikan nama usaha. Menjadi pembeli waralaba berarti komit pada grup. Grup ini hanya punya satu tujuan, yaitu uang.
Memilih jalur waralaba artinya mengurangi banyak kerumitan saat memulai dan menjalankan bisnis, seperti membuat peta kondisi dan persaingan pasar, prosedur produksi, dan service line. Di sini anda mendapat lisensi untuk memakai nama, produk, dan layanan yang sudah ada, sehingga bisa lebih fokus pada upaya-upaya yang langsung menghasilkan uang, terutama promosi.
Namun franchising biasanya perlu modal lebih banyak daripada membuat bisnis sendiri dari nol.
Tidak seperti pekerjaan kantor yang biasanya repetitif, dunia usaha menyediakan banyak ruang untuk ber-imajinasi. Ini karena agar dapat bertahan di dunia bisnis, seseorang harus waspada dan bertindak cerdas.
If you copy this article, put a link back to http://www.fundkitchen.com/
Do you like this article? Subscribe now to get more updates.
5 comments
1 year and 1 month ago
wah jujurnya jujur sekali, & saya mun mengakui dengan sejujur2nya...memang benar pernyataan tersebut
1 year and 1 month ago
Iya, mau bohong nggak tega.
1 year and 1 month ago
Aku mau belajar aja, boleh aja khan Maz. Salam.
1 year and 1 month ago
Wah, siapa yang bisa melarang Pak?
Saya mesti banyak belajar juga dari Pak Ersis nih. Wa alaikum salam.
1 year ago
iyapz benar..menjadi 'pengangguran' kayanya perlu pertimbangan yg mantap,,apabila sudah nyaman dan yakin dengan online earningnya, maka silahkan saja untuk menjadi seorang «pengangguran»
Write a comment
If you want to add your comment on this post, simply fill out the next form:
* Required fields
You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>.
No trackbacks
To notify a mention on this post in your blog, enable automated notification (Options > Discussion in WordPress) or specify this trackback url: http://www.fundkitchen.com/2007/11/kenapa-waralaba-franchise/trackback/