Analisa Teknikal (Technical Analysis) - Filosofi

Sebelum mulai studi tentang teknik-teknik dan tools yang digunakan dalam analisa teknikal (technical analysis), sepertinya kita perlu mendefinisikan dulu apa yang dimaksud dengan analisa teknikal dan apa yang menjadi filosofi utamanya agar dapat menarik benang merah tentang perbedaan antara analisa teknikal dan fundamental (fundamental analysis), sekaligus untuk memahami kritik yang sering ditujukan terhadap metode analisa teknikal.
Pertama, kita definisikan dulu apa itu technical analysis. Analisa teknikal adalah studi tentang market action, lazimnya dengan menggunakan chart/grafik (pelakunya disebut sebagai chartist atau technician), untuk kepentingan memprediksi trend harga di masa yang akan datang. Istilah «market action» melibatkan tiga sumber informasi utama yaitu; harga (price), volume, dan open interest (open interest ini hanya digunakan dalam futures dan option). Dalam forex tidak digunakan informasi open interest ini secara langsung.
Istilah «price action» yang sering dipertukarkan dengan «market action» nampaknya terlalu sempit, karena banyak technician yang memasukkan volume dan open interest sebagai bagian dalam menganalisa pasar (market). Meski demikian kedua istilah ini sering dipertukarkan untuk mendefinisikan hal yang sama, yaitu pergerakan naik turunnya harga.
Filosofi
Terdapat tiga premis yang menjadi landasan dari pendekatan teknikal:
- Market action discounts everything.
- Price move in trends.
- History repeats itself.
Pada artikel ini akan saya uraikan tentang poin pertama dan yang paling penting. Poin berikutnya akan menyusul dalam artikel selanjutnya.
Market Action Discounts Everything
Pernyataan «market action discounts everything» menjadi pondasi utama dari analisa teknikal. Ini penting untuk dipahami, karena kalau tidak, maka semua penjelasan dan teknik yang digunakan dalam metode teknikal ini akan menjadi kurang masuk di akal.
Para technician percaya bahwa apapun yang dapat mempengaruhi harga; baik itu fundamental, politis, psikologis, dan aspek lainnya sudah tercermin dalam harga. Oleh karena itu technician meyakini bahwa yang diperlukan hanya studi tentang price action.
Dalam pandangan ini price action mencerminkan pergeseran dalam hal permintaan dan penawaran (demand & supply). Jika demand melebihi supply, maka harga akan naik, dan sebaliknya jika supply melebihi demand maka harga akan turun. Kondisi ini adalah basis dari berbagai proyeksi dan prediksi ekonomi maupun fundamental.
Bagi para technician, cara membacanya dibalik; jika harga naik, apapun alasannya, maka permintaan telah melebihi penawaran, sehingga fundamental berada pada kondisi bullish (bull/banteng - menanduk ke atas). Jika harga turun, maka fundamental berada pada kondisi bearish (bear/beruang - menerkam ke bawah). Dari sini kelihatan bahwa semua technician sebenarnya belajar tentang fundamental juga, walaupun tidak secara langsung.
Biasanya chartist tidak peduli dengan alasan kenapa harga naik atau turun. Sering pada tahap awal trend, atau pada titik balik puncak, tidak seorang technician pun yang tahu kenapa pasar berperilaku demikian.
Kalau benar bahwa apapun yang mempengaruhi pasar tercermin dalam harga, maka yang diperlukan cukup informasi tentang harga itu sendiri. Dengan menggunakan grafik harga dan sejumlah indikator teknikal, maka chartist membiarkan pasar yang memberitahu dirinya tentang kondisi pasar dan ke arah mana pasar kemungkinan akan bergerak.
Chartist tidak merasa perlu mencoba bersikap outsmart dan outguess terhadap pasar. Chartist tahu bahwa ada alasan kenapa harga di pasar bergerak naik atau turun. Hanya saja, dalam proses prediksinya mereka tidak merasa perlu tahu alasan apa yang melatari pergerakan tersebut.
Gambar dari http://fiboandpip.fxstreet.com/
If you copy this article, put a link back to http://www.fundkitchen.com/
Do you like this article? Subscribe now to get more updates.
12 comments
7 months and 22 days ago
berarti analisa teknikal ini sepertinya khusus untuk orang-orang yang eksakta seperti para ahli matematik gitu ya?
terus dari charting saja bagaimana kita tahu bahwa berikutnya harga akan naik atau turun? Ooop.. udah gak sabar nih.. di artikel berikutnyaya?
7 months and 22 days ago
Sekarang kan ada komputer mas. Tinggal pasang indikator di «platform trading» yang dipakai, langsung deh keluar plotting hasil perhitungannya. Kalau dulu trader masih hitung ala manual memang repot.
Tapi seorang technician harus tahu bagaimana cara indikatornya berhitung & bekerja. Buat programmer kayak Mas Jimmy sepertinya akan sangat mudah.
As useful as it is, the computer is only a tool. It can make a good technical analyst even better. It won't, however, turn a poor technician into a good one.
7 months and 22 days ago
indikatornya apa mas yang bagus? wah walaupun saya programmer, tapi saya gak tau apa2 nih tentang cara perhitungan indikatornya
tapi kalau saya pelajari pasti bisa hehe.. *sombong*
7 months and 22 days ago
siap2 jadi cantrik mas dhan untuk mengikuti kuliah marketing di kampus ini. siap2 ampil kertas dan alat tulis.
*kabuuur, takut ditimpuk dompet*
7 months and 22 days ago
@jimmy
beneran. tapi yang biasa saya pakai itu KAMA (Kaufman Adaptive Moving Average), Volumes, Heiken Ashi, sama MACD (Moving Average Convergence Divergence). Monggo ... Nanti saya tulis juga tentang indikator-indikator ini.
Semuanya jelek mas.
Inget ya, saya pake bukan berarti karena bagus, tapi karena saya nyaman pakenya.
@ sawali tuhusetya
bales dendam nih gara-gara di sekem. hihihi...
7 months and 21 days ago
Wah.... mudah2an di masa datang ada AI yang canggih yang dapat memberi advice buat para spekulan di dunia valuta asing ini ya?? Huehehehe...
7 months and 21 days ago
Kalau mau investasi beneran, bukan untuk berspekulasi, fundamental analisis atau teknikal analisis mungkin nggak perlu dilihat ya, Kang. Beli saja saham pabrik rokok karena orang Indonesia ini dalam keadaan apa pun pasti merokok. Kalau di Philipina, belilah saham pabrik bir karena orang Philipina selalu minum bir.
7 months and 21 days ago
@Yari
), biarpun tetap keputusan dan eksekusi saya ambil sendiri.
Kalau automatic advisor sih dari sekarang juga sudah ada. Mulai dari yang gratisan sampai yang harganya ribuan dollar. Saya juga kadang pakai (yang gratisan tentunya
@Kombor
Kalau mau investasi yang «aman» (pakai tanda kutip) saya pasti pilih emas atau minyak. Harganya terus naik, biarpun ada turunnya juga sih.
Istilahnya rancu kang. Kalau nggak pakai analisa mah namanya judi. Bahkan judi juga ada analisanya.
Investasi yang benar, apapun pasti dihitung. Kecuali ikut-ikutan kata orang, tapi ini juga ada resikonya yang harus diperhitungkan.
7 months and 20 days ago
Mantap pak blognya, saya siap jadi pembaca setia! Cepetan di update dong hehe...
7 months and 20 days ago
Sabar bos, pasti saya update kok. Banyak yang mau dicurahkan soal forex nih. Stay tune yak.
Besok sore Insya Allah saya update. Sekarang lagi repot persiapan ujian.
Kalo capek nungguin mending subscribe aja dulu via email. Biar entar dapet artikelnya di email sampeyan. Dapat ebook gratis pula.
(promosi).
7 months and 19 days ago
yang penting kontrol diri dan money management bro ga ada seorangpun yang bisa memprediksi pergerakan pasar kalo sekadar misal ma cross over atau indikator ekonomi begini atau begitu sudah dari dulu ga ada orang miskin
7 months and 18 days ago
@lukito
Ya iya dong. Saya lebih suka menyebutnya risk management. Karena melibatkan semua aspek, termasuk manajemen psikologi dan uang. Soal kontrol diri (manajemen psikologi) ini udah saya sebut di sini.
Write a comment
If you want to add your comment on this post, simply fill out the next form:
* Required fields
You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>.
1 trackback
To notify a mention on this post in your blog, enable automated notification (Options > Discussion in WordPress) or specify this trackback url: http://www.fundkitchen.com/2008/01/analisa-teknikal-technical-analysis-filosofi/trackback/