Entrepreneur Pemula - Jebakan yang Sering Dihadapi
Ambil skenario ini; anda sudah bekerja selama 20 tahun mulai dari bawahan yang paling rendah dan tidak diperhitungkan sampai menjadi seorang leader yang dihargai di kantor atau perusahaan tempat anda bekerja, dan akhirnya anda mempunyai tabungan yang cukup untuk memulai bisnis anda sendiri.
Banyak orang yang seperti anda. Sangat antusias dan penuh semangat mengejar peluang bisnis yang sedang booming dan membangun usaha milik sendiri. Namun sayang banyak pula yang gagal. Mengapa? Di bawah ini adalah berbagai perangkap dan jebakan yang sering dihadapi dan biasanya menghinggapi para entrepreneur (pewirausaha) pemula.
Tidak independen
Hal ini biasanya terjadi pada entrepereneur yang berasal dari latar belakang korporat. Mereka biasanya terbiasa dengan lingkungan kerja yang memiliki struktur organisasi besar. Terbiasa memiliki berbagai sumberdaya keuangan dan sumberdaya manusia yang kuat. Yang harus diingat, bahwa menjadi entrepreneur berarti anda memiliki dana yang sangat terbatas dan kebanyakan pekerjaan harus dikerjakan dulu sendiri.
Memilih pemodal yang salah
Kalau anda tidak memiliki dukungan dari kreditor besar seperti pemodal ventura, maka bank adalah satu-satunya pemodal yang anda miliki. Biasanya bank perkreditan cukup «nyaman», namun kalau bank komersial besar bisa memberikan layanan yang lebih baik dan sepadan dalam perhitungan usaha anda maka tidak ada salahnya juga.
Tidak punya business plan
Ini penting, lebih penting, sangat penting. Anda mungkin hanya ikut-ikutan saja. Anda mungkin terpengaruh bujukan investasi dalam bisnis-bisnis yang anda sendiri tidak paham. Anda hanya termakan iming-iming hasilnya. Kalau anda tidak punya rencana sama sekali tentang bagaimana bisnis anda akan beranjak, STOP, pikirkan lagi berbagai kemungkinan dan pilihan anda.
Tidak punya legal advice
Lagi, kalau anda memiliki corporate background, maka perusahaan anda biasanya punya tim pengacara yang memadai untuk menangani berbagai masalah hukum sehingga anda tidak perlu menghadapinya. Sekecil apapun bisnis yang anda jalankan, anda mungkin memiliki resiko hukum yang harus ditangani. Pertimbangkan untuk meng-hire seorang pengacara.
Terlalu banyak kebebasan
Ya, ini seperti bertentangan dengan poin pertama di atas. Coba saya luruskan. Anda harus mempunyai setidaknya seorang ahli sebagai pendukung bisnis anda. Kalau anda perlu orang lagi maka rekrut mereka, atau masukkan mereka sebagai konsultan. Jangan berpura-pura tahu segalanya dan jangan pernah mencoba melakukan segala sesuatunya sendiri (manajemen tukang cendol). Kalau ini anda lakukan, maka anda hanya akan membebani diri sendiri sampai akhirnya menjadi tidak efektif.
If you copy this article, put a link back to http://www.fundkitchen.com/
Do you like this article? Subscribe now to get more updates.
4 comments
1 year ago
Nah.... iya banyak yg mengatakan bahwa bisnis bisa dimulai modal dengkul. Menurut saya sih.... masa iya?? Kalau mau bisnis online aja minimal ada satu komputer dan juga koneksi ke Internet, atau minimal rajin2 ke warnet, itu kan berarti ngga dengkul2 amat kan?
Yari NK's last blog post..Swatch® Internet Time, Sebuah Produk Gagal!
1 year ago
mas dhan, mental enterprennur agaknya perlu ditanamkan sejak dini melalui dunia pendidikan; agar generasi bangsa ini tidak hanya sekadar jadi tukang, apalagi jadi TKI murah di lura ngegeri hingga akhirnya disia-siakan. agaknya inilah yang menjadi penyebab generasi bangsa di negeri ini ndak pernah memiliki mental enterprenur yang tangguh. sekolah2 kejuruan pun dinilai juga lamban dalam menanamkan mental itu.
sawali tuhusetya's last blog post..Marto Klawung
10 months and 28 days ago
Kang, ... bagaimana dengan masalah risiko, apakah dia bisa menjadi jebakan juga?
Saya ini selalu ingin memiliki usaha sendiri tetapi sejalan dengan itu saya juga selalu tidak berani untuk mengelola risikonya. Akhirnya, walaupun menurut perhitungan saya rencana bisnis bisa jalan, saya tidak berani membiayainya dengan utang atau pun tabungan. Hahaha.... aneh ya?
Ya udah, daripada nggak sama sekali, coba-coba jadi publisher iklan saja.
Kombor's last blog post..Kumpul-kumpul Lebih dari 100 Orang Wajib Dilarang
10 months and 27 days ago
@ Yari NK
Bisa kang, pake dengkul orang laen.
@sawali tuhusetya
Betul 1000% pak. Mental kemandirian dan entrepreneurship perlu ditanamkan sejak dini. Seperti semboyan kang Kombor : «Stop ekspor babu ke luar negeri». Negeri ini kebanyakan pekerja, itupun kualitasnya «maaf» kurang bagus.
@Kombor
Justru resiko itu adalah gudangnya segala jebakan kang. Tapi hidup ini sendiri tanpa melakukan apapun tetap ada resikonya. Jadi ya just do it aja. Tetap stick pada rencana besar (business plan) usaha. Kembangkan secara bertahap. Usahakan agar yang dilakukan itu bagian dari hobi, biar lebih enjoy menjalani resikonya.
Langkah pertama selalu menjadi langkah yang paling sulit.
Write a comment
If you want to add your comment on this post, simply fill out the next form:
* Required fields
You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>.
No trackbacks
To notify a mention on this post in your blog, enable automated notification (Options > Discussion in WordPress) or specify this trackback url: http://www.fundkitchen.com/2008/01/entrepreneur-pemula-jebakan-yang-sering-dihadapi/trackback/