Jenis-jenis Chart dalam Trading
Tulisan ini terutama ditujukan untuk pembaca yang belum mengenal bentuk chart/diagram/grafik dan strukturnya yang biasa digunakan dalam dunia trading (forex, saham/stock, comodities, index, dll). Artikel ini membahas hal yang sangat dasar. Untuk mereka yang sudah familier dengan basis charting ini silakan lewat.
Bar Chart (Diagram Batang)
Bentuk diagram ini adalah yang paling banyak digunakan dalam analisa teknikal (technical analysis). Adapun bentuk diagram lainnya adalah line chart (diagram garis), candlestick (diagram lilin), dan ada satu lagi namun tidak akan dibahas di sini karena jarang digunakan, yaitu point and figure chart. Gambar di bawah menunjukkan bar chart. Disebut bar chart karena masing-masing periode waktu ditampilkan sebagai batang vertikal. Diagram ini menunjukkan harga-harga open, high, low, dan close (OHLC) - harga pembukaan, penutupan, terendah, dan tertinggi. Centang kecil pada sebelah kanan menunjukkan harga penutupan (C), dan centang sebelah kiri menunjukkan harga pembukaan (O).

Line Chart (Diagram Garis)
Gambar berikutnya menunjukkan grafik yang sama sebagai line chart. Pada diagram garis ini hanya harga penutupan (Close) untuk tiap periode yang dicantumkan, lalu masing-masing harga tersebut dihubungkan melalui garis secara berurutan. Banyak chartist yang percaya bahwa harga penutupan adalah harga yang paling penting selama trading day, sehingga line chart (close only) dianggap sebagai gambaran aktivitas harga dengan validitas yang tinggi.

Candlestick (Diagram Lilin)
Candlestick chart (diagram lilin) adalah versi Jepang dari bar chart (diagram batang) di atas. Sangat populer sekarang ini di kalangan trader. Candlestick memberikan empat informasi yang sama dengan bar chart - Open, High, Low, Close (OHLC). Meski demikian, tampilannya berbeda. Pada candlestick chart, sebuah garis tipis menandai range harga dari tinggi (H) ke rendah (L). Bagian yang lebih lebar (the body) merupakan jarak dari harga pembukaan (O) ke harga penutupan (C). Jika C lebih tinggi daripada O, maka «the body» berwarna putih (positif). Jika C lebih rendah daripada O, maka «the body» berwarna hitam (negatif). Walaupun warna ini biasanya dapat dirubah-rubah tergantung software/platform trading yang digunakan.

Bagi yang ingin melihat atau mempelajari pola-pola yang sering terlihat pada candlestick dan maknanya, dapat melihat di sini.
Nah, sekarang anda telah mengenal tiga jenis chart yang banyak digunakan. Lebih baik yang mana? Itu tergantung preferensi teknik dan strategi yang anda gunakan. Saya sendiri lebih sering menggunakan bar chart, kadang menggunakan candlestick dan sangat jarang menggunakan line chart. Alasan jarang menggunakan line chart adalah semata karena informasi yang ditampilkan kurang menunjukkan dimensi pergerakan harga. Meski demikian, ini hanya preferensi pribadi, dan tidak berpengaruh pada indikator teknikal yang dapat digunakan.
If you copy this article, put a link back to http://www.fundkitchen.com/
Do you like this article? Subscribe now to get more updates.
2 comments
8 months and 25 days ago
Jadi inget pelajaran statistik..... cuma aja yang di sini ngga ada pie chart-nya ya? Hehehe....
Yari NK's last blog post..Keliling Dunia Gratis à la Cyrano de Bergerac
8 months and 24 days ago
Hehe... Tergantung kepentingannya dong. Kalau buat analisis begini ya nggak perlu chart piye toh.
Write a comment
If you want to add your comment on this post, simply fill out the next form:
* Required fields
You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>.
No trackbacks
To notify a mention on this post in your blog, enable automated notification (Options > Discussion in WordPress) or specify this trackback url: http://www.fundkitchen.com/2008/01/jenis-jenis-chart-dalam-trading/trackback/