Random Walk Theory
Teori Random Walk (Random Walk Theory) menyatakan bahwa perubahan harga terjadi secara bebas/acak (serially independent) dan bahwa data masa lalu (price history) bukanlah hal yang dapat diandalkan untuk memprediksi arah gerakan selanjutnya.
Teori ini berasal dari lingkungan akademik, didasarkan pada hipotesis bahwa pasar/market itu efisien (efficient market hypothesis) dan harga berfluktuasi secara acak (random). Dari hipotesa ini juga kemudian disimpulkan bahwa strategi terbaik adalah strategi «buy and hold». Tidak perlu ada upaya untuk «mengalahkan» pasar.
Tentu saja dalam setiap market memang ada perilaku yang bersifat acak atau «noise», namun tidak realistis jika dipukul rata bahwa harga selalu bergerak secara acak. Pengamatan empiris dan pengalaman praktis terbukti lebih baik daripada teknik-teknik statistik yang canggih.
Perilaku acak yang disimpulkan para akademisi menunjukkan ketidak-mampuan dalam mengungkap pola sistematis yang terjadi dalam perilaku harga (price action). Ketidakmampuan kaum akademisi untuk mengungkapkan keberadaan pola-pola tersebut tidak berarti bahwa pola tersebut tidak ada.
Apapun yang diperdebatkan dalam dunia akademik tidak menarik dan tidak menguntungkan bagi kebanyakan trader dan analis pasar yang dipaksa berhadapan dengan dunia nyata. Sekilas pandang terhadap grafik harga apapun akan menunjukkan dengan jelas bahwa pola trend memang ada.
Bagaimana mungkin para «random walker» bisa menjelaskan trend jika menganggap bahwa harga bergerak secara bebas. Artinya apa yang terjadi kemarin, atau minggu lalu tidak memiliki pengaruh terhadap apa yang akan terjadi hari ini atau besok?
Tidak mungkin strategi «buy and hold» sederhana bisa menguntungkan dalam pasar komoditas, di mana timing adalah hal yang penting. Tidak mungkin posisi long (beli) dapat dipertahankan apabila pasar berada pada trend bearish. Tidak mungkin seorang trader bisa membedakan bull dan bear, jika harga memang tidak bisa diprediksi dan tidak ada yang namanya trend.
Random walker akan sulit untuk mengatakan bahwa tidak ada trend pada gambar berikut:

Teknik-teknik statistik sampai saat ini belum bisa membuktikan atau mematahkan Random Walk Theory ini. Persepsi bahwa market bersifat acak, ditolak sepenuhnya oleh kalangan teknikal. Jika pasar memang bergerak acak, maka tidak ada satupun teknik prediksi yang bisa dipakai.
Efficient market hypothesis adalah hipotesa yang paling dekat dengan dalil teknikal yang menyatakan; market discounts everything. Hipotesis ini menyimpulkan bahwa karena pasar itu efisien, maka semua informasi/fundamentals akan diserap dengan cepat dan tidak ada cara untuk memanfaatkan informasi tersebut.
Ini ada benarnya, karena sering terjadi bahwa faktor known fundamentals secara logis seharusnya mengarahkan gerakan harga pada satu arah, namun kenyataannya pada saat fundamental news tersebut dirilis, harga malah bergerak sebaliknya. Ini menunjukkan bahwa known fundamentals sudah diserap dan diprediksi oleh pasar jauh sebelum aktualnya terjadi.
Sifat acak dan unpredictable hanya berlaku bagi pihak-pihak yang tidak paham bagaimana proses tersebut terjadi. Contoh; sebuah electrocardiogram (diagram detak jantung) akan nampak seperti random noise bagi mata awam. Tapi untuk personil medis yang terlatih, semua denyut kecil membukakan banyak informasi tentang kondisi fisik dan kesehatan orang yang bersangkutan, bukan sekedar sesuatu yang acak.
Sifat pasar akan nampak acak bagi mereka yang tidak mau meluangkan waktu untuk mempelajari aturan tentang sifat pasar. Ilusi tentang randomness akan menghilang dan berubah pada saat keterampilan membaca chart meningkat.
Dari sisi akademis sendiri ada peningkatan studi yang berarti. Sejumlah universitas besar di Amerika meng-eksplorasi apa yang disebut Behavioral Finance, yang menyatakan bahwa psikologi manusia dan harga komoditas adalah dua hal yang terkait erat. Penemuan dalam bidang ini tentu menguatkan landasan dari analisa teknikal.
If you copy this article, put a link back to http://www.fundkitchen.com/
Do you like this article? Subscribe now to get more updates.
10 comments
7 months and 18 days ago
mas, sebagus apa pun signal / sistem yang kita pakai pasti ada salahnya / gak tepat.. nah ini pasti gara2nya si random walk theory ini ya..
7 months and 17 days ago
Bisa begitu. Tapi bisa juga karena sistemnya yang lagi ketemu kelemahannya sendiri.
7 months and 17 days ago
kalok ada sinergi antara kajian akademis dan empiris dalam dunia pasar di negeri ini bisa jadi pasar produksi kita mampu mendongkrak perekonomian yang hingga saat ini dinilai masih belum menunjukkan perubahan yang signfikan. yang sering terjadi, ini juga terjadi dalam kajian akdemik nonpasar, data-data empirik sering dimanipulasi sebagai justifikasi terhadap heipotesis yang telah dirumuskan. *halah* maaf kalok OOT Mas Dhan.
7 months and 15 days ago
Hipotesis sebetulnya perlu pembuktian Pak. Idealnya akademis dan empiris saling mendukung, atau tepatnya akademis membongkar apa yang ditemukan dalam empiris sehingga kausalitas dan arahannya dapat ditetapkan. Namun memang pembuktian akademis perlu waktu yang biasanya lama dan dalam prosesnya bisa menimbulkan «kesesatan» sementara dan manipulasi.
Seperti orang dulu yang menganggap matahari mengitari bumi.
7 months and 14 days ago
Sebuah tulisan yang inspiratif....dan jarang blog di tanah air yang bisa menampilkan tulisan spesifik yang se-maut ini....:):)
Debat antara random walk (yang pertama kali diciptakan oleh Burton Malkiel dalam bukunya bertajuk Random Walk Down Wall Street) dengan technical analysis telah berlangsung lama.
Secara agregat, memang saya lebih percaya random walk.....John Bogle dalam beberapa buku terakhirnya mengelaborasi isu ini dengan amat meyakinkan. Buktinya : 99 % fund managers tak mampu mengalahkan kinerja indeks SP500 secara konsisten. (
Warren Buffet, George Soros, Paul Tudor Jones adalah anomali.....mereka hanya ada 1 : 1,000,000
Sejumlah penelitian mengenai kinerja trader juga menunjukkan hal serupa : hanya 5 % trader yang berhasil....95 % gagal.
Apa artinya? Amat sulit menaklukkan pasar (to beat market). Jadi kalau berhasil dengan probabilitas besar ya buy and hold SP 500 index fund...beli, tinggal tidur, dan lepas setelah 40 tahun ketika kita sudah mau mati...:):)
Namun benar, tetap akan ada jago-jagor trader yang berhasil seperti saya sebut diatas.....namun secara agregat, jumlahnya amaaatttt kecil.
Topik mengenai behavior finance juga menarik. Ini mesti kamu tulis juga dalam post tersendiri.
Blog Strategi + Manajemen's last blog post..Law of Attraction : Jalan Terjal Menuju Nirvana Kebahagiaan (Bagian 1)
7 months and 14 days ago
«Sejumlah penelitian mengenai kinerja trader juga menunjukkan hal serupa : hanya 5 % trader yang berhasil....95 % gagal.»
Ini seperti hukum Pareto. Dalam segala hal, yang berhasil/menonjol/dominan selalu minoritas.
To beat market memang bisa dibilang «mission impossible», karena pasar «selalu benar».
Constant «winning» juga hanya ilusi karena yang ada adalah constant «losing», sehingga yang harus dikelola adalah aspek kerugian. Profit adalah «side effect».
Terima kasih udah mampir dan meninggalkan komentar bermutu ini mas.
3 months and 12 days ago
Pak...bukan kah dalam model random walk itu ada yang with drift (konstanta tidak sama dengan nol) dan ada yang random walk tanpa konstanta .....?
3 months and 12 days ago
Ya, kalau anda random walker sejati maka anda pasti pegang yg tanpa konstanta (0 constant). Kalau anda technical forecaster pasti pakai yang with drift.
3 months and 9 days ago
Sayang banget blognya lama nggak diapdet. Bener banget bung. Random Walk atau di Fisika dikenal dengan Gerak Brown adalah pendekatan yang ketinggalan untuk pendekatan dinamika harga aset-aset di pasar keuangan.
Oh ya, mungkin Bung lupa menambahkan di tulisannya, kupikir kita sepakat bahwa yang jadi masalah adalah keyakinan kebanyakan analis yang menempatkan Random Walk Theory sebagai Magic Bullet untuk ditembakkan ke dalam semua analisis teknikal. Konsen kita kupikir adalah bahwa teori ini tidak mengkover fenomena dinamika return sekuritas yang bersifat fat-tail; bahwa ada, jika tidak berlebihan untuk dikatakan hampir sebagian besar, sekuritas yang bergerak dengan mempertahankan trend harga tertentu dalam rentang waktu tertentu pula; dan fenomena-fenomena ekstrem lainnya.
Just like the Newtonian mechanics which operates only for those of matters whose accelerating down below the speed of light, so does the Random Walk theory which only allows us to understand the asset prices incremental dynamics only in the light of Gaussian (Normal) Distribution.
Ayo blognya diapdet lagi donk...
Salam
-fd-
---
sabar...sabar...
14 days ago
teori jalan acak, sudah kuno dan sudah dihapus dari pemikiran ilmu keuangan modern, Fama (1991) dalam revisi efficient Market II sudah tidak mengikutkan random walk, sudah dibantah oleh penelitian Fama dan French (1988), Lo dan Mckinsey (1998) Poterba dan Summers (1988) dan random walk sudah punah
---
kaya dinosaurus aja. yang kuno banyak dicari kolektor.
Write a comment
If you want to add your comment on this post, simply fill out the next form:
* Required fields
You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>.
No trackbacks
To notify a mention on this post in your blog, enable automated notification (Options > Discussion in WordPress) or specify this trackback url: http://www.fundkitchen.com/2008/01/random-walk-theory/trackback/