Eh... kamu lagi. Daripada bolak-balik, mending langganan aja. Biar artikelnya yang dikirim pake email.
Tenang, email kamu aman, gak bakal dipakai macam-macam.
This site looks ugly? Change your silly browser! Use Firefox!


By Dhan, 8 months and 29 days ago

Self Fulfilling Prophecy

Fibopip3

Self fulfilling prophecy atau terjemahan bebasnya barangkali adalah ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya adalah wacana yang sering diperdebatkan dalam bidang trading. Untuk meninjau hal ini, berikut adalah kutipan dari sebuah tulisan yang membahas kerugian menggunakan chart pattern:

  • The use of most chart patterns has been widely publicized in the last several years. Many traders are quite familiar with these patterns and often act on them in concert. This creates a «self fulfilling prophecy», as waves of buying or selling are created in response to «bullish» or «bearish» patterns...
  • Chart patterns are almost completely subjective. No study has yet succeeded in mathematically quantifying any of them. They are literally in the mind of the beholder...
    (Teweles et al.)

Sebetulnya kedua poin di atas saling bertentangan. Poin kedua justru menyanggah poin pertama. Kalau chart patterns «sepenuhnya subjektif» dan «in the mind of the beholder», maka tidak mungkin semua orang bisa melihat hal yang sama pada waktu yang sama pula, basis dari self fulfilling prophecy. Tidak mungkin berpendapat bahwa charting sangatlah objektif dan jelas sehingga semua orang akan bertindak dengan cara yang sama pada watu yang sama (menyebabkan prediksi menjadi terpenuhi/fulfilled), sambil di satu sisi mengatakan bahwa charting adalah sesuatu yang subjektif.

Kenyataannya charting adalah hal yang sangat subjektif. Membaca chart adalah seni (mungkin kata yang lebih tepat adalah «skill»). Chart pattern yang kelihatan jelas dan dapat membuat chartist berpengalaman memiliki pendapat yang sama tentang apa yang dilihatnya adalah hal yang sangat jarang terjadi. Selain itu, berbagai teknik dan formula matematis dalam analisis teknikal juga sering memberi hasil yang bertentangan.

Kalaupun ada massa yang cukup dan sepakat tentang proyeksi pasar, maka mereka tetap tidak akan masuk pada waktu dan dengan cara yang sama. Sebagian akan mencoba mengantisipasi dan masuk lebih awal. Yang lainnya akan menunggu «breakout» dari pola atau indikator yang digunakan. Yang lainnya lagi akan menunggu «pullback» setelah terjadi breakout. Sebagian agresif, sementara yang lainnya konservatif. Sebagian akan menggunakan stop order, sebagian menggunakan market order, sebagian lagi menggunakan limit order. Sebagian akan mengambil posisi jangka panjang, sementara yang lainnya melakukan day trading. Oleh karena itu, walaupun persepsi bisa sama, namun tindakan tidak akan terjadi pada waktu dan dengan cara yang sama.

Keragaman di atas menimbulkan ilusi bahwa pasar kelihatan chaos dan terdistorsi, sehingga self fulfilling prophecy nampaknya tidak mungkin terjadi. Namun kemudian pasar melakukan «self correction» secara alami. Pada fase ini mulai terbentuk massa yang cukup sehingga menghasilkan concerted actions yang mempengaruhi pasar. Saat chartist menyadari pembentukan ini, mereka akan menyesuaikan posisi dan taktiknya sehingga membentuk massa yang lebih besar lagi atas arah gerakan harga. Fase puncak terjadi saat «golongan» agresif dan konservatif memiliki persepsi yang sama. Jadi, kalaupun self fulfilling prophecy kelihatan tidak terjadi, sebetulnya pasar sedang melakukan self correction.

Harus diingat bahwa bull dan bear market hanya terjadi dan akan terus berlangsung jika didukung oleh hukum supply dan demand. Para technician secara individu tidak bisa membuat gerakan besar karena kecilnya kekuatan buying dan selling yang mereka miliki. Kalau semua technician bisa mempengaruhi pasar secara individu, maka tentunya mereka (termasuk saya :D ) akan kaya raya dalam waktu yang singkat. Mitos cepat kaya dalam dunia trading, termasuk forex trading adalah hal yang sangat menyesatkan.

Dengan semakin berkembangnya managed money profesional, dan juga makin banyaknya dana pribadi dan publik bernilai multi million dollar, di mana kebanyakan menggunakan metode teknikal, maka ada volume uang yang sangat besar yang hanya mengejar trend jangka pendek. Perkembangan ini masih terus berlangsung, sehingga akan semakin banyak volume uang yang cukup kuat untuk menghasilkan distorsi. Meski demikian, distorsi ini umumnya bersifat jangka pendek dan tidak merubah trend jangka panjang. Artinya self correction tetap terjadi. Perkembangan pesat dalam penggunaan komputer juga banyak berpengaruh. Sistem komputer ini sebagian besar bersifat trend following.

Wacana self fulfilling prophecy awalnya adalah kritik terhadap metode technical analysis. Tapi sepertinya lebih tepat dijadikan sebagai compliment. Metode analisa yang makin populer sehingga massa penggunanya dapat mempengaruhi market tentunya adalah metode yang cukup bagus.

Creative Commons License If you copy this article, put a link back to http://www.fundkitchen.com/
Do you like this article? Subscribe now to get more updates.

6 comments

Gravatar #1. Kombor
8 months and 28 days ago

Hmm... Kang Dhan ini seorang trader ya? Artikelnya banyak sekali yang berkaitan dengan persoalan seputar trading. Misalnya yang tentang technical analysis itu, terus tip proyeksi GBPUSD dengan BP.

Artikelnya OK bagi saya walaupun saya bukan seorang trading.

Kombor's last blog post..Saya Mencari Adhi Purnomo Basuki dari KFK Cellular

Gravatar #2. Dhan
8 months and 28 days ago

Saya praktek trading sejak 2006 kang. Anak baru. :) Otodidak saja semuanya. Hanya saja dalam fase sesingkat itu rasanya cukup banyak yang bisa dipetik sebagai pelajaran.

Saya ingin share karena banyak pemula yang masuk ke dunia ini dengan persepsi awal dan motivasi yang salah. Iya semua trader ingin kaya, tapi sepertinya api semangatnya terlalu berkobar sehingga gampang dimanfaatkan pihak2 yang tidak bertanggungjawab.

Kemudian bekal «berperang» yang dibawa tidak memadai dan sebagian tidak mau belajar. Akibatnya pulang babak belur tidak membawa hasil malah menambah hutang. Lalu berkesimpulan bahwa tading adalah judi dan hanya membuat miskin.

Moga-moga artikel saya di sini bisa bermanfaat buat para calon trader yang mau belajar. Juga buat awam yang walaupun tidak berminat terjun tapi bisa lebih proporsional dalam memandang masalah dan potensi sebenarnya.

Gravatar #3. sawali tuhusetya
8 months and 28 days ago

Trader? Istilah yang kurang begitu akrab di telingaku mas dhan, hehehehehe :lol: maklum sejak kecil ndak pernah dapat didikan tentang dunia ekonomi dan pemasaran. *halah* tolong jelaskan padaku mas dhan, bisakah trader ini bisa menjadi sebuah pekerjaan yang mandiri dan menguntungkan ketika suasana global sudah demikian kompetitifnya dalam lapangan kerja?

sawali tuhusetya's last blog post..Dilema Peran Kaum Perempuan Pasca-Jawa

Gravatar #4. Dhan
8 months and 28 days ago

Saya optimis bisa Pak. Masalahnya apakah ada kesediaan untuk belajar dari individunya? Ya jawabannya mungkin generalis sekali. Hanya saja di dunia sekarang tidak akan ada sesuatu bidang pun yang tidak kompetitif.

Banyak trader yang mengandalkan kehidupannya murni dari dunia trading, istilahnya «trade for living». Saya sendiri menjadikan bidang ini sebagai pekerjaan sampingan yang hasilnya Insya Allah bisa lebih besar dari gaji PNS saya, dan dilakukan pada waktu-waktu luang yang tidak menyita kewajiban sebagai abdi negara.

Di Indonesia bidang ini memang masih sangat jarang dan kurang dipercaya karena paradigma investasi masyarakat kita masih konvensional. Selain itu banyak pelaku yang menjalankannya secara tidak profesional sehingga merusak citra pekerjaan ini.

Gravatar #5. Yari NK
8 months and 27 days ago

aneh2 aja istilahnya self-fulfilling prophecy, udah self-fulfilling, prophecy pula, apakah self-fulfilling ini sudah pasti terjadi dan tidak ada faktor2 X yang menyebabkan unfulfilling atau minimal penundaan?? Hmmm... kalau misalnya nggak, berarti sistemnya tertutup sekali ya sehingga variabel2 yg mempengaruhinya sedikit dan dapat 'terpenuhi' sendiri. Btw, artikelnya menarik.... tapi sepertinya (ini hanya saran) perlu buat halaman khusus buat menjelaskan definisi suatu terminologi dasar seperti: bearish market, bullish market atau nanti ada insider trading, dsb. Sehingga memudahkan orang mengerti. Tapi itu hanya saran aja lho! :D
Yari NK's last blog post..Pemandangan Bumi Kita di Malam Hari

Gravatar #6. Dhan
8 months and 27 days ago

Bukan saya yang bikin istilah kok. :) Ini adalah teori di mana suatu ramalan akan terpenuhi justru karena perilaku dari pelaku dan believer-nya sendiri. Tindakan menghindar dari apa yang diramalkan justru malah membuat ramalan itu terjadi. Tentu selalu ada faktor yang bisa membuat batal dan menciptakan prophecy yang baru, bisa batal lagi, tercipta lagi yang baru.

Nah, kalau bisa batal kenapa dinamai fulfilling, toh tidak fulfilled? Ini masalah persepsi saja. Bagi sebagian pelaku, misal yang ambil posisi jangka pendek, ramalannya terpenuhi, sedangkan untuk yang ambil jangka menengah gagal, di sisi lain untuk yang ambil posisi jangka panjang terpenuhi juga hanya waktu terpenuhinya lebih lama. (Duh... maaf kalau nggak mudeng, susah jelasinnya kalo nggak sambil tunjukkin gambar).

Variabelnya justru sangat banyak dan sebetulnya sulit diukur karena melibatkan psikologi manusia yang level uncertainty-nya tinggi.

Penundaan dan percepatan juga bisa terjadi karena cara dan waktu/timing tindakan yang dilakukan juga bervariasi.

Tentang terminologi, saran diterima. Nanti saya buat halaman/artikel tersendiri tentang istilah yang digunakan. :)

Write a comment

If you want to add your comment on this post, simply fill out the next form:





* Required fields

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>.

No trackbacks

To notify a mention on this post in your blog, enable automated notification (Options > Discussion in WordPress) or specify this trackback url: http://​www.fundkitchen.com/​2008/​01/​self-fulfilling-prophecy/​trackback/