FundKitchen

Fractals of Life, D Spot, Sanity Check


Eh... kamu lagi. Daripada bolak-balik, mending langganan aja. Biar artikelnya yang dikirim pake email.
Tenang, email kamu aman, gak bakal dipakai macam-macam.


By Dhan, 3 months and 25 days ago

Bounce Rate: Cara Analisa dan Memperbaikinya

Mendapat user/pengunjung yang terikat dengan konten situs/blog akan menghasilkan penjualan, subscription, bookmark dan kunjungan berulang. Cara terbaik untuk meningkatkan keterikatan user adalah dengan membuat desain/struktur situs yang memiliki interlinks yang terkait konten dan menampilkannya dengan cara yang mendorong user untuk meng-klik-nya. Logika sederhananya, kalau artikel pertama tidak menghasilkan subscription, maka artikel kedua yang akan menghasilkannya.

Istilah yang biasa digunakan oleh para webmaster adalah bounce rate, yaitu persentase pengunjung yang meninggalkan situs setelah melihat entry page (halaman yang pertama kali dikunjungi). Mereka adalah visitor yang «bounce away» dan tidak melihat halaman lainnya pada situs. Anda bisa dengan mudah melihat statistik bounce rate situs anda dengan menggunakan tool seperti Google Analytics.

Low bounce rate berarti bahwa pengunjung menjelajahi situs secara lebih detil. Ini dapat diartikan bahwa mereka lebih terikat dengan konten situs. Dalam artikel terbarunya, Jakob Nielsen mengutarakan bahwa bounce rate remains an important metric.

Given growing bounce rates, we must stop using «unique visitors» as a metric for site success. Site tourists who leave a site immediately ratchet up the unique visitor count, but don't contribute long-term value. On the contrary, bouncers should be considered a negative statistic: the site failed to engage them enough to entice even a second pageview.

Nielsen menyarankan agar menganalisa bounce rate secara terpisah untuk masing-masing empat sumber pengunjung yang berbeda: low-value referrers, direct links from other sites, search engine traffic, dan loyal users. Alasannya sederhana: pengunjung mendatangi situs anda dengan kepentingan yang berbeda-beda, tergantung apa kebutuhannya. Sumber asal datangnya pengunjung dapat dijadikan indikator pola perilaku yang dapat diamati.

Seorang loyal user bisa datang ke situs melalui feed reader dan pergi setelah membaca artikel/posting terbaru karena dia memang memantau situs tersebut dan telah membaca (hampir) semua artikel/arsip pada situs tersebut. Seorang pengunjung yang membutuhkan pengetahuan/informasi tertentu akan mampir melalui mesin pencari (search engine) dan dapat dengan mudah dipengaruhi untuk meng-klik-klik tautan pada situs. Casual visitor bisa 'nyangkut' di situs setelah menjelajahi social sites seperti StumbleUpon misalnya.

Penting untuk dicatat bahwa bounce rate akan sangat bervariasi tergantung dari sumber datangnya pengunjung dan oleh karena itu harus diperbandingkan dengan data yang serupa, bukannya terhadap sumber yang berbeda. Misal kinerja pengunjung yang masuk melalui search engine referrals harus diperbandingkan dengan bounce rate sebelumnya yang berasal dari sumber yang sama, bukan diperbandingkan dengan sumber pengunjung lain, seperti dari Digg.

Mengukur Bounce Rate Terhadap Overall Site Goals

Meski demikian, membandingkan history bounce rate terhadap sumber pengunjung yang berbeda akan menunjukkan value dari traffic yang anda terima. Dengan berasumsi bahwa bounce rate yang rendah akan menghasilkan pembelian, subscription atau kunjungan berulang, anda dapat menemukan sumber yang memberikan traffic terbaik. Anda harus mem-plot bounce rate untuk tiap sumber dengan overall site goals.

Selain referrer source, ada beberapa hal lain yang mempengaruhi variasi bounce rate. Misalnya tujuan situs anda, desain yang digunakan, dan tujuan masing-masing entry page. Cukup sulit menentukan standar bounce rate yang dapat diterima. Avinash Kausik memberikan sejumlah patokan dalam artikelnya.

Bounce rate is a metric you'll easily find in all web analytics tools… It won't have all the answers for you, but it will help you focus very quickly on what's important, show where you are wasting money and what content on your site needs revisiting. As a benchmark from my own personal experience over the years it is hard to get a bounce rate under 20%. Anything over 35% is a cause for concern and anything above 50% is worrying.

Blog sedikit berbeda dengan situs-situs statik lainnya, Avinash menyebutkan bahwa bounce rate sebesar 50% untuk blog itu cukup normal sedangkan 75% harus diwaspadai.

Patokan yang diberikan memang berguna, tapi jangan hanya memantau bounce rate sebagai satu aspek tunggal saja, perhatikan juga pergerakan dan akibatnya pada overall goal tertentu seperti conversion ratio (misal konversi pengunjung biasa menjadi pembeli). Karena anda tidak akan mengetahui bounce rate kompetitor anda, maka anda perlu lebih fokus pada kinerja masa lalu (historical performance) situs anda sendiri dan mempelajari kecenderungannya untuk memahami pola pengunjung.

Apakah bounce rate yang lebih rendah memang menghasilkan lebih banyak pembelian atau subscription? Jenis pengunjung mana yang sering menghasilkan bounce rate yang tinggi dan apakah ada cara untuk mengubahnya dengan memanipulasi elemen-elemen on-the-page seperti penempatan tautan? Halaman mana pada situs anda yang menghasilkan pengunjung terbanyak dan bagaimana cara mengalihkan pengunjung halaman tersebut ke halaman lain yang lebih conversion-friendly pada situs anda?

Memperbaiki Bounce Rate dan Mendapat Lebih Banyak Pageviews

Ini bukan topik yang sederhana. Tiap website punya goal atau kebutuhan yang berbeda. Saya tidak akan bicara mendetil, hanya strategi secara menyeluruh. Yang terpenting, bounce rate adalah metrik yang sangat dipengaruhi oleh apa yang kelihatan oleh pengunjung. Pengunjung akan lebih jarang menutup halaman situs anda pada browser mereka bila mereka diberi tautan, call to actions, atau informasi yang sangat relevan.

Intinya adalah tentang optimalisasi halaman situs dan menghubungkan semua isinya ke dalam sebuah kesatuan yang menambah value bagi loyal reader dan pengunjung «buta» yang datang dari sembarang referral site atau search engine. Asumsikan pengunjung tidak tahu apa-apa tentang situs anda. Asumsikan bahwa mereka menginginkan lebih banyak informasi. Buat titik-titik navigasi yang mudah diakses, tempatkan tautan di sekitar konten anda.

Nielsen menyarankan program 2 langkah berikut untuk menurunkan bounce rate:

  1. Test your site with a group of users. Ask them to enter your site from specific pages. Get feedback based on their experiences. This will give you ways to improve.
  2. Expose next steps. Give visitors actions to take if they are interested in the current page. Add links to more information at the bottom of the copy or within content.

Ada banyak cara untuk mengarahkan pengunjung anda dan hal yang paling penting adalah dengan membuat tautan yang highly visible dan relevan dengan halaman yang sedang dilihat. Coba kita lihat contoh pada situs BBC, sebuah situs berita yang telah melakukan interlinking dengan baik. Perhatikan tautan-tautan yang ditempatkan dengan baik pada sidebar.

Bbc

Bbc2

Model konten yang dimiliki BBC menunjukkan bagaimana halaman-halaman situs bisa diintegrasikan dalam satu unit yang menyatu, mendorong pengunjung untuk menjelajah dari entry page ke halaman lainnya. Dari contoh terlihat bahwa content producer dapat menambahakan:

  1. Tautan ke feature articles yang berisi in-depth analysis
  2. Tautan ke artikel-artikel berita lainnya dengan topik yang sama
  3. Tautan ke halaman khusus berisi referensi tentang topik terkait
  4. Tautan ke halaman komentar/forum yang mengundang pembaca untuk berpartisipasi
  5. Tautan ke Back story atau informasi latar belakang umum
  6. Tautan ke presentasi multi-media (audio/video)

Anda bisa melakukan hal yang sama untuk situs-situs statik yang bukan berisi materi publikasi. Hanya perlu diingat bahwa tujuan utamanya adalah untuk mengantisipasi minat dan kebutuhan pengunjung dengan membuat halaman-halaman web yang secara kontinyu mengarahkan mereka dari entry page ke bagian lain dari situs anda.

Untuk mendapat hasil terbaik, anda harus menganalisa bounce rate secara berkala, sambil mempelajari kompetitor dan menguji situs anda pada kelompok pengunjung tertentu. Setelah diperoleh data yang cukup, terapkan perubahan pada situs anda dan lihat apakah bounce rate-nya membaik. Tentukan bagaimana perubahan tersebut mempengaruhi overall goals situs anda.

Kalau anda belum memperhatikan bounce rate sebelumnya, coba sekarang. Aspek ini bisa meningkatkan kinerja situs anda secara signifikan.

Untuk mendapat update artikel terbaru langganan Fundkitchen sekarang.

Creative Commons License If you copy this article, put a link back to http://www.fundkitchen.com/
Do you like this article? Subscribe now to get more updates.

4 comments

Gravatar #1. sawali tuhusetya
3 months and 25 days ago

saya juga memanfaatkan tool google analytics, mas dhan. tapi kok seringkali aksesnya selalu terlambat, yak? apa karena saya yang gaptek, hiks. btw, kok lama ndak nongol, mas dhan. lagi sibukkah? semoga mas dhan baik2 aja. salam kreatif.

sawali tuhusetya's last blog post..Dihajar Komentar SPAM

---
maksudnya tampilan datanya telat sekitar 2 hari ya pak? itu emang dari sononya. tenang aja pak, ga ada hubungannya sama gaptek. :)
iya nih, lama gak nongol kebetot-betot sama kerjaan dan aktivitas lain. halah* sok sibuk. saya salut sama orang yang lebih sibuk tapi masih sempat update blognya kaya pak sawali.

Gravatar #2. Yari NK
3 months and 25 days ago

Waaaa.... kalau bounce rate-nya banyak berarti kebanyakan orang yang nyasar di blog kita, tapi isinya belum tentu sesuai dengan apa yang dicarinya..... gitu yaK????

Yari NK's last blog post..Orangutan Prima Donna Primo Animale Satwa Kita…

---
Bisa. Tapi buat blog bisa aja karena pengunjung justru udah terbiasa & tahu isi yang lainnya, jadi cuma masuk, baca, trus isi komentar kalo mau trus tutup.

Gravatar #3. Rizky
3 months and 24 days ago

Haloo mas... salam kenal dari Banjarmasin... link back yaa...

Rizky's last blog post..Orang-orang Bebas

Gravatar #4. F
3 months and 23 days ago

Waw. ilmu baru yang sangat usefull. Trims y! saya subscript blog anda di google reader saya. :)
F's last blog post..Tampilan baru! wordpress themes : Very F

Write a comment

If you want to add your comment on this post, simply fill out the next form:





* Required fields

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>.

No trackbacks

To notify a mention on this post in your blog, enable automated notification (Options > Discussion in WordPress) or specify this trackback url: http://​www.fundkitchen.com/​2008/​07/​bounce-rate-cara-analisa-dan-memperbaikinya/​trackback/