Self Fulfilling Prophecy

Self fulfilling prophecy atau terjemahan bebasnya barangkali adalah ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya adalah wacana yang sering diperdebatkan dalam bidang trading. Untuk meninjau hal ini, berikut adalah kutipan dari sebuah tulisan yang membahas kerugian menggunakan chart pattern:
- The use of most chart patterns has been widely publicized in the last several years. Many traders are quite familiar with these patterns and often act on them in concert. This creates a «self fulfilling prophecy», as waves of buying or selling are created in response to «bullish» or «bearish» patterns...
- Chart patterns are almost completely subjective. No study has yet succeeded in mathematically quantifying any of them. They are literally in the mind of the beholder...
(Teweles et al.)
Sebetulnya kedua poin di atas saling bertentangan. Poin kedua justru menyanggah poin pertama. Kalau chart patterns «sepenuhnya subjektif» dan «in the mind of the beholder», maka tidak mungkin semua orang bisa melihat hal yang sama pada waktu yang sama pula, basis dari self fulfilling prophecy. Tidak mungkin berpendapat bahwa charting sangatlah objektif dan jelas sehingga semua orang akan bertindak dengan cara yang sama pada watu yang sama (menyebabkan prediksi menjadi terpenuhi/fulfilled), sambil di satu sisi mengatakan bahwa charting adalah sesuatu yang subjektif.
Kenyataannya Keep reading →